Pemuda 6 Desa Sekitar SBI Ikuti Pelatihan Sablon

PT SBI
PT SBI pabrik Tuban menggelar pelatihan Sablon untuk warga dari enam desa sekitar operasi. Program berbasis pengembangan ekonomi ini merupakan TJSL perusahaan dengan menggandeng BLKI Tuban. (SuaraBanyuurip.com/Ist dari SBI)

SuaraBanyuurip.com – Laeman Harjo Wasito

Tuban – Pemuda dan pelaku UMKM dari enam desa sekitar pabrik semen PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) Tuban, menerima pelatihan sablon. Pada kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini, perusahaan menggandeng UPT Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Disnakertrans Pemprov Jawa Timur di Tuban.

Pelatihan keterampilan sablon (screen printing) tersebut digelar di Rumah Kreatif Tuwuh Mendhiri, Selasa (8/09/2026). Pesertanya dari Desa Glondonggede, Sawir, Karangasem, Mliwang, Kedungrejo, dan Desa Merkawang.

Tak sekadar pelatihan teknis, program ini dirancang untuk membuka peluang ekonomi baru bagi peserta. Selama beberapa hari, peserta mendapatkan pembekalan mulai dari teknik dasar pembuatan desain, penyiapan media cetak (afdruk), hingga teknik penyablonan secara manual. Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi modal awal memulai maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

Community Relations & General Affairs Manager, M Yunani Rizzal, mengatakan, pengembangan keterampilan masyarakat merupakan bagian dari komitmen SBI dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Kami ingin pelatihan ini memberikan manfaat yang berkelanjutan,” kata M Yunani Rizzal dalam rilis yang diterima SuaraBanyuurip.com, Selasa (8/09/2026) sore.

Baca Juga :   Pengobatan Gratis PT SBI Layani 1.341 Pasien di Tuban

Menurut Yunani Rizzal, peserta tidak hanya mendapatkan keterampilan baru, tetapi juga melihat keterampilan tersebut sebagai peluang untuk menciptakan penghasilan. Bahkan bisa membuka usaha, dan lapangan kerja bagi masyarakat lainnya.

Ditambahkan, kolaborasi dengan BLKI menjadi penting karena peserta mendapatkan pembelajaran dari instruktur berpengalaman. Sekaligus menerima materi, dan praktik yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif.

Pasca pelatihan dengan keterampilan yang dimiliki peserta dapat menangkap peluang pasar yang ada di lingkungan sekitar. Mulai dari kebutuhan kaos dan atribut komunitas, hingga mendukung UMKM lokal dalam membuat kemasan maupun materi promosi produknya.

Kepala Seksi Pengembangan dan Pemasaran BLKI Tuban, Totok Ridwan, menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, pelatihan berbasis keterampilan praktis dapat menjadi salah satu cara untuk memperkuat kesiapan masyarakat memasuki dunia kerja sekaligus membangun usaha secara mandiri.

“Kebutuhan akan keterampilan yang bisa langsung diterapkan menjadi peluang usaha sangat penting. Oleh sebab itu kami tidak hanya memberikan materi dengan standar industri, tetapi juga siap mendukung peserta melalui pendampingan setelah pelatihan agar keterampilan yang diperoleh dapat benar-benar dimanfaatkan,” ujar Totok Ridwan.

Baca Juga :   SBI Bentuk Desa Tangguh Bencana di Tuban

Salah satu peserta, Widik Dwi dari Desa Mliwang, mengaku antusias mengikuti pelatihan karena keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk memulai usaha.

“Keterampilan sablon yang saya dapat bisa menjadi bekal untuk memulai usaha dan menambah penghasilan,” ujar Widik Dwi.

Melalui program ini, SBI dan BLKI Tuban berharap semakin banyak masyarakat yang mampu memanfaatkan peluang ekonomi di sekitar mereka. Dalam jangka panjang, keterampilan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas individu, tetapi juga mendorong lahirnya usaha-usaha baru, memperluas kesempatan kerja, dan memperkuat ekonomi masyarakat di Kabupaten Tuban.

Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan TJSL dari SBI, khususnya dalam pilar pemberdayaan ekonomi masyarakat, dengan pendekatan kolaboratif bersama pemangku kepentingan. Hal ini juga untuk menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar wilayah operasional. (LHW)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait