SuaraBanyuurip.com – Laeman Harjo Wasito
Tuban — PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (PT SBI) menggelar program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa pengobatan gratis, kepada warga dari 16 desa sekitar operasi perusahaan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Program yang bisa disebut Corporate Social Responsibility (CSR) ini, diikuti sebanyak 1.341 pasien. Mereka berasal dari Desa Glondonggede, Sawir, Merkawang, Kenanti, Sobontoro, Mliwang, Kedungrejo, Tambakboyo, Pabeyan, Gadon, Dasin, Klutuk, Karangasem, Socorejo, Bomati, dan Desa Wolutengah.
Kegiatan yang ditempatkan di balai desa masing-masing itu, berlangsung mulai 10 Juni hingga 29 Juli 2026. Dalam kegiatan ini PT SBI menggandeng tenaga medis dari Puskesmas Tambakboyo, Kerek, dan Puskesmas Jenu.
Warga terdampak operasional pabrik semen yang kini menjadi bagian dari holding PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) itu, mendapatkan pelayanan kesehatan dasar secara gratis. Meliputi, pemeriksaan fisik , pengecekan tekanan darah, tes gula darah, kolesterol, asam urat, serta pemberian obat-obatan dan vitamin. Selain itu warga juga mendapatkan edukasi dari dokter perusahaan, mengenai pentingnya menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari.
General Manager Pabrik Tuban, Priyatno, menyatakan program ini merupakan bagian dari TJSL untuk membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Tanggung jawab sosial bagi Solusi Bangun Indonesia bukan sekadar menjalankan program kemasyarakatan, melainkan menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menciptakan nilai bersama (shared value),” kata Priyatno dalam rilis dari PT SBI yang diterima SuaraBanyuurip.com, Kamis (30/07/2026) siang.
Melalui program pengobatan gratis tersebut, perusahaan yang mengoperasikan empat pabrik semen terintegrasi di Narogong (Jabar), Cilacap (Jateng), Tuban (Jatim), dan Lhoknga (Aceh–yang dioperasikan anak usaha PT Solusi Bangun Andalas) dengan total kapasitas produksi 14,86 juta ton semen per tahun, berupaya memperluas manfaat kehadiran perusahaan dengan mendukung akses layanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat.
Ke depannya akan terus korporasi yang mempekerjakan 2.000 lebih tenaga kerja, mengembangkan berbagai inisiatif sosial yang memberikan dampak nyata. Hal itu sejalan dengan komitmen perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan, dan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Seorang pasien, Uswatun, dari Desa Sawir mengungkapkan rasa terima kasihnya atas program ini. “Kami sangat terbantu dengan adanya pengobatan gratis ini, terutama karena lokasinya dekat dan mendapatkan pengarahan bidang kesehatan,” tutur Uswatun.
Melalui program berbasis sosial kemasyarakatan, perusahaan yang 83,52 persen sahamnya milik SIG itu, menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan, perusahaan akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan berbagai pemangku kepentingan guna mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat. Sekaligus mewujudkan hubungan yang harmonis dengan lingkungan sekitar wilayah operasional. (Lhw)





