SBI Bentuk Desa Tangguh Bencana di Tuban

SOSIALISASI : Karyawan PT SBI ketika memberikan pemaparan dalam kegiatan pembentukan dan pendampingan DESTANA Tuban.

SuaraBanyuurip.com – Teguh Budi Utomo

Tuban – Bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) Pabrik Tuban membentuk dan mengukuhkan Desa Tangguh Bencana (DESTANA), Kamis (10-12/08/2023).

GA & Community Relations Manager SBI Tuban, Moch. Yunani Rizzal, mengapresiasi masyarakat Desa Kedungrejo dan Merkawang antusias menyambut pembentukan DESTANA.

“Ini merupakan langkah positif masyarakat dan pemerintah desa serta dukungan penuh pemerintah daerah melalui BPBD dalam rangka persiapan menghadapi segala kemungkinan buruk adanya potensi bencana yang bisa terjadi setiap saat, keselamatan warga sangat utama, pengetahuan dan pendidikan kebencanaan harus terus dilakukan agar masyarakat antisipatif dan siap,” kata Rizzal.

Sementara Kepala Desa (Kades) Merkawang, Ahmad Wahib Al-Haitimi dan Kades Kedungrejo, Sugiono, juga menyambut baik pembentukan Desa Tangguh Bencana tersebut.

“Kami dukung, ini merupakan sinergitas antar pemangku kepentingan atau stakeholder untuk kemajuan dan keselamatan bersama,” tegas Ahmad Wahib.

Selama tiga hari, beberapa agenda dalam pembentukan dan pengukuhan DESTANA adalah penyusunan Kajian Resiko Bencana(KRB) dan Peta Rawan Bencana, Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB), Penyusunan Rencana Kontingensi, penyusunan jalur evakuasi, Penyusunan Sistem Peringatan Dini Bencana serta Penilaian Ketangguhan Desa (PKD).

Baca Juga :   ITS Kirim Tim Pengabdian Masyarakat ke Tuban untuk Tingkatkan Sanitasi

Seperti diketahui, bahwa bencana yang sering terjadi di masyarakat Indonesia adalah banjir, tanah longsor, kekeringan, kebakaran dan gempa bumi. Tujuan dari pembentukan DESTANA adalah membangun kesiapan setiap individu masyarakat untuk bisa prediktif atau antisipatif dan survive saat bencana terjadi.

“Kita tidak berharap bencana datang, namun dalam kondisi terjadi bencana semua sudah paham dan tahu apa yang harus dilakukan untuk mengurangi bahkan menghilangkan risiko terburuk yang mungkin saja terjadi,” kata Rizzal dalam surat elektronik yang diterima SuaraBanyuurip.com, Kamis (10/08/2023).

Dalam kegiatan pembentukan dan pendampingan DESTANA selama tiga hari yang dipusatkan di Balai Desa Merkawang, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, diikuti 70 warga masyarakat dari Desa Merkawang dan Kedungrejo.(tbu)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA BANYUURIP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *