UMKM Ampel Apik Kembangkan Nugget dan Abon Lele

Kelompok UMKM Ampel Apik
Kelompok UMKM Ampel Apik saat berlatih membuat nugget dan abon berbahan ikan lele.(ist/ulil)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Kelompok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Ampel Apik mengembangkan produk pangan bernilai tambah dari bahan ikan lele. Pengembangan produk pangan berupa nugget dan abon berpotensi menjadi peluang usaha baru, sebab stok ikan lele di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terhitung melimpah.

‎UMKM Ampel Apik mampu mengembangkan produk pangan dari ikan lele ini setelah terlebih dahulu melalui kegiatan pelatihan yang digelar di UMKM Center.

‎Agenda itu merupakan bagian rangkaian Program Pengembangan Masyarakat (PPM) Tahun 2026 dari Pertamina EP Sukowati Field.

‎Sebanyak 15 peserta mengikuti pelatihan, terdiri dari anggota Kelompok UMKM Ampel Apik, kelompok budidaya ikan lele, serta masyarakat umum.

‎Pelatihan tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan peserta dalam mengolah bahan baku, tetapi juga mendorong diversifikasi produk UMKM dengan memanfaatkan potensi lokal yang tersedia di desa.

‎Selama ini, Kelompok UMKM Ampel Apik telah memproduksi keripik sebagai salah satu produk usahanya. Namun, kelompok tersebut melihat adanya peluang untuk mengembangkan produk baru berbahan dasar ikan lele yang dibudidayakan oleh masyarakat setempat.

Baca Juga :   Warga Ring 1 Sukowati Demo Naker

‎Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan keterhubungan antara sektor budidaya dan UMKM. Ikan lele yang sebelumnya dipasarkan sebagai produk segar dapat memiliki nilai ekonomi lebih tinggi setelah diolah menjadi produk pangan siap konsumsi.

‎Perwakilan Lestari Muda Indonesia, Edi Prayitno selaku pendamping program menilai, kolaborasi antarkelompok menjadi salah satu kunci agar program pemberdayaan masyarakat dapat memberikan dampak berkelanjutan.

‎“Kami mencoba mengkolaborasikan potensi desa yang telah dibantu oleh pihak Pertamina EP Sukowati, sehingga ada efek keberlanjutan dari satu program dengan program yang lainnya,” kata Edi Prayitno via telepon kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (10/9/2026).

‎Menurut Edi, sapaan akrabnya, keberlanjutan program tidak hanya ditentukan dari pelaksanaan kegiatan, tetapi juga bagaimana potensi yang sudah dikembangkan dapat saling terhubung dan menghasilkan manfaat baru bagi masyarakat.

‎Kolaborasi antara kelompok UMKM Ampel Apik dan kelompok budidaya ikan lele ini menjadi salah satu upaya untuk membangun rantai usaha berbasis potensi lokal. Ke depan, produk olahan lele tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi produk unggulan baru sekaligus memperluas peluang pasar bagi masyarakat Desa Ngampel.

Baca Juga :   Ciptakan Kemandirian Ekonomi, Pemkab Bojonegoro Gagas Paket Ayam Petelur untuk Masyarakat

‎Pengembangan produk nugget dan abon lele ini dikatakan menjadi langkah awal bagi UMKM Ampel Apik untuk terus berinovasi, dari sekadar memproduksi menjadi menciptakan produk yang memiliki nilai tambah dan potensi ekonomi lebih besar.

‎Terpisah, Manager Pertamina EP Sukowati Field, Arif Rahman Hakim, mengapresiasi inisiatif Kelompok UMKM Ampel Apik yang secara aktif mengembangkan potensi yang ada di lingkungan mereka.

‎ “Apresiasi kepada Kelompok Ampel Apik telah berinisiatif dalam melakukan kegiatan ini,” ucapnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait