Peternak Lele Binaan Pertamina Sukowati – Lestari Muda Indonesia Sukses Panen ke Dua

Para peternak lele binaan Pertamina EP Sukowati di Desa Ngampel.
SUKSES : Para peternak lele binaan Pertamina EP Sukowati di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur nampak sumringah berhasil panen kali ke dua.(arifin jauhari)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Para peternak lele dari kelompok binaan Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Sukowati yang bermitra dengan Lestari Muda Indonesia di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur sukses panen untuk kali kedua, Selasa (01/07/2025).

Terdapat empat kelompok budidaya ikan lele di Desa Ngampel yang bergabung dalam Program Pengembangan Masyarakat (PPM) bidang ekonomi tahun 2024. Program itu terus dikembangkan oleh kelompok tersebut.

Ke empat kelompok budidaya ikan lele itu yakni, Kelompok MenyalaBosku, Kelompok Surojoyo, Kelompok Tunas Muda, dan Kelompok Nila Sejahtera.

Ketua Kelompok Budidaya Lele, Menyalabosku, Sunaryo merasa sangat bermanfaat telah menerima program ini, pasalnya teori yang diajarkan serta pendampingan bisa terus berkesinambungan. Hasilnya pun bisa dirasakan.

“Bagi kami lele tidak lagi menjadi komoditas konsumsi, tapi sumber ekonomi skala rumahan,” kata Sunaryo kepada Suarabanyuurip.com.

Senada, Kepala Desa Ngampel, Purwanto menyatakan, bahwa kebermanfaatan program tidak hanya dirasakan segelintir orang, tapi juga masyarakat Desa Ngampel secara umum.

Baca Juga :   EMCL-Alas Institute Dampingi Perawatan Program Ayam Petelur ke 3 Desa Penerima Manfaat di Bojonegoro

“Dulu saya berharap Desa Ngampel bisa terkenal karena lele, dari panen kedua ini semoga mimpi itu terwujud,” ungkapnya.

Ditambahkan, bahwa industri rumahan di bidang budidaya dan makanan bisa saling kolaborasi sebagai potensi desa. Oleh karena itu, ia mengaku, senang ke-empat kelompok kini bisa panen kembali.

“Artinya masyarakat betul-betul mengelola bantuan dengan serius,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan Lestari Muda Indonesia, Farhan Ulil menyebutkan, hasil panen kali ini mencapai total delapan kuintal dari seluruh kelompok.

“Dari panen pertama dengan panen kedua stabil, hal ini menjadi tolak ukur keberhasilan kelompok dalam mengelola,” tandas Ulil, sapaan akrabnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *