SuaraBanyuurip.com – Industri hulu migas bukan sekadar tentang pengeboran dan produksi atau investasi semata. Lebih dari itu, industri ini memberiian dampak besar terhadap perekonomian nasional, pembangunan daerah, penyerapan tenaga kerja, dan peningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Namun dari kontribusi positif tersebut perlu disampaikan kepada publik secara tepat, akurat dan mudah dipahami. Di sinilah peran strategis media,” kata Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Heru Setyadi dalam Lokakarya Media 2026 bertema “Menguatkan Kemitraan Hulu Migas dan Media dalam Mendorong Pemberdayaan Masyarakat Menuju Kemandirian Berkelanjutan” yang dilaksanakan di Hotel Tentrem Yogyakarta, Kamis (17/9/2026).
Heru menyampaikan, keberhasilan hulu migas tidak hanya diukur dari jumlah produksi. Tetapi sejauh mana keberadaannya mampu memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar operasinya.
Melalui program pelibatan dan pemberdayaan masyarakat (PPM), industri hulu migas terus berupaya mendukung peningkatkan kapasitas masyarakat, pengembangan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan dan lingkungan di sekitar operasinya.
“Kami berharap rekan-rekan media turut menyampaikan berbagai kisah inspiratif keberhasilan program pemberdayaan masyarakat dan menciptakan citra positif tentang kegiatan hulu migas,” tuturnya.

Menurut Heru, media berfungsi sebagai jembatan informasi antara industri hulu migas dan masyarakat dalam menyampaikan pemberitaan yang informatif dan berimbang.
“Kegiatan ini untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antara media dengan SKK Migas dan KKKS. Kami berharap bukan hanya jadi narasumber untuk pemberitaan, tapi bisa mendapat masukan konstruktif dari rekan-rekan media,” pungkasnya.
Senada disampaikan Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Anggono Mahendrawan. Ia menegaskan, media menjadi mitra strategis dalam membangun pemahaman publik tentang kegiatan hulu migas melalui pemberitaan yang kredibel dan berimbang.
Ketua Panitia Lokakarya Media 2026, Nabil Aswad menambahkan, kegiatan ini diikuti 80 pimpinan media wilyah kerja Jabanusa. Lokakarya yang diselenggarakan merupakan rangkaian dari Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang telah dilaksanakan selama tiga hari 8-11 September 2026 untuk mendorongn peningkatan kompetensi jurnalis dalam mendukung pemberitaan hulu migas.
“Kami berharap media dapat membangun citra positif kegiatan hulu migas melalui pemberitaan sehingga dapat menumbuhkan kepercayaan publik,” pungkasnya.

Lokakarya Media 2026 ini menghadirkan narasumber Kepala Kelompok Kerja Pengembangan Masyarakat SKK Migas, Roy Widiartha. Roy menyampaikan meteri tentang tata kelola program pelibatan dan pengembangan masyarakat (PPM): Mengelola Ekspektasi Publik, Memahabi Batasan Regulasi (PTK), dan mengakselerasi Kemandirian Daerah.
Selain itu binaragawan Ade Rai dengan materi strategi manajemen stres, kesehatan mental, ergonomi kerja bagi insan pers di era digital.
Puluhan pimpinan media juga diajak outing ke Ekowisata Kali Talang Merapi di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Rabu (16/9/2026).(red)





