SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro – Sebanyak 23 siswa TK DWP Tunas Harapan, Desa Sumberagung, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mulai dikenalkan dengan berbagai risiko bencana. Selain itu mereka juga diajari cara sederhana menyelamatkan diri saat bencana terjadi.
Pembelajaran tersebut dilakukan melalui kegiatan outing class ke Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Jumat (25/9/2026).
Guru Pendamping TK DWP Tunas Harapan Sumberagung, Nur Hidayatul Nikmah, mengatakan, pengenalan kebencanaan sejak usia dini penting agar anak-anak memiliki pengetahuan dasar ketika menghadapi situasi darurat.
“Sehingga outing class kali ini kami agendakan ke BPBD,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com.
Dalam kunjungan tersebut, siswa dikenalkan dengan sejumlah bencana yang berpotensi terjadi di lingkungan sekitar. Mulai banjir, tanah longsor, angin kencang, kebakaran hingga kekeringan.
Petugas BPBD menyampaikan materi menggunakan bahasa sederhana dan metode interaktif. Siswa tidak hanya dikenalkan dengan jenis bencana, tetapi juga diajak memahami dampak bencana, serta pentingnya tetap tenang ketika menghadapi keadaan darurat.
Mereka juga diperkenalkan dengan tugas BPBD dalam penanganan bencana, termasuk proses evakuasi dan pertolongan terhadap masyarakat terdampak. Dengan cara tersebut, siswa mendapat gambaran mengenai tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bojonegoro, Tulus Widodo, mengatakan, edukasi kebencanaan kepada anak usia dini merupakan bagian dari upaya membangun kesiapsiagaan masyarakat sejak awal.
Pendidikan kebencanaan juga menjadi bagian dari pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Sub Urusan Bencana, melalui layanan komunikasi, informasi, dan edukasi kebencanaan.
“Anak-anak diharapkan memiliki pengetahuan dasar tentang lingkungan dan potensi bencana di sekitarnya sehingga dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih siap menghadapi bencana,” ujarnya.
Tulus, sapan akrabnya menjelaskan, edukasi kebencanaan kepada anak juga dapat menjangkau lingkungan keluarga. Sebab, orang tua yang mendampingi anak selama kegiatan turut memperoleh pengetahuan mengenai potensi bencana dan langkah keselamatan.
“Jadi pesan keselamatan tidak hanya berhenti pada anak-anak, tetapi juga bisa dibawa ke lingkungan keluarga,” jelasnya.
Setelah mengikuti pengenalan kebencanaan dan cara menyelamatkan diri, 23 siswa mengikuti kegiatan fun game. Mereka diajak mencoba flying fox serta berkeliling kota menggunakan kendaraan truk SPANTEN milik BPBD.(fin)





