Kapak Prasejarah Koleksi Baru Museum Rajekwesi Bojonegoro

Kapak prasejarah
Pendata benda cagar budaya Provinsi Jawa Timur, Ahmad Satria Utama ketika mencatat temuan kapak prasejarah.(istimewa)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro – Empat benda prasejarah berupa kapak persegi atau beliung persegi, kini menjadi tambahan koleksi Museum Rajekwesi Bojonegoro. Benda tersebut hasil temuan yang kemudian dihibahkan untuk dirawat dan dilestarikan.

Pendata Benda Bersejarah dan Objek yang Diduga Cagar Budaya (ODCB) Provinsi Jawa Timur, Ahmad Satria Utama, mengatakan, empat kapak persegi tersebut didata pada Sabtu (26/9/2026).

“Kesemua benda, saya hibahkan atau serahkan perawatan dan pelestariannya di Museum Rajekwesi Bojonegoro,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com, Selasa (29/9/2026).

Penyerahan dilakukan pada Minggu (27/9/2026) melalui berita acara serah terima dengan penanggung jawab Museum Rajekwesi, Indigo Daffa Mileniar.

“Empat kapak persegi tersebut menjadi tambahan koleksi dengan identitas Kapak Persegi Tinggang Lor 1-4,” beber Ahmad Satria Utama.

Indigo Daffa
Koordinator Museum Rajekwesi Bojonegoro, Indigo Daffa Mileniar saat melayani pengunjung.(suarahanyuurip.com/ist)

Satria beralasan menyerahkan benda tersebut kepada museum karena memiliki nilai penting, untuk menambah pengetahuan, dan kekayaan tinggalan benda bersejarah di Bojonegoro.

Ia juga menginginkan benda hasil temuan tersebut, tetap berada di Bojonegoro. Tak berpindah tangan atau keluar dari daerah.

Baca Juga :   Roda Dua Dominasi Arus Masuk Tuban

“Motivasi saya agar generasi-generasi selanjutnya mengetahui dan memahami bahwa Bojonegoro bagian dari sejarah perkembangan kehidupan masa prasejarah nasional dan dunia,” ungkapnya.

Keberadaan temuan tersebut semakin menarik karena beberapa waktu sebelumnya, ditemukan fosil rahang bawah atau mandibula hominin di Bojonegoro. Temuan tersebut telah diverifikasi Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Timur, dan Shofwan Noerwidi dari BRIN Arkeometri yang berfokus pada penelitian manusia purba.

Empat kapak prasejarah koleksi baru Museum Rajekwesi Bojonegoro
Empat kapak prasejarah koleksi baru Museum Rajekwesi Bojonegoro

Koordinator Museum Rajekwesi, Indigo Daffa Mileniar, membenarkan adanya tambahan empat koleksi tersebut.

Daffa, sapaan akrabnya, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para kolektor, pegiat, pemerhati sejarah, dan masyarakat yang telah menghibahkan benda bersejarah kepada Museum Rajekwesi.

Saat ini koleksi Museum Rajekwesi yang terdisplay pada 2026 terdiri atas 80 koleksi prasejarah, 44 koleksi klasik, 10 koleksi kolonial-numismatik, dan 77 koleksi etnografi. Terdapat pula koleksi gamelan satu set, wayang tiga set, busana enam set, serta Galeri Samin lima set.

Berkenan benda diduga cagar budaya pihaknya mengimbau masyarakat yang menemukan benda yang diduga memiliki nilai sejarah atau merupakan objek diduga cagar budaya agar tidak memindahkan, merusak, maupun memperjualbelikannya.

Baca Juga :   Siswa MI Alam Al-Azhar Dikenalkan Sejarah Bojonegoro

“Masyarakat dapat melaporkan temuan kepada pemerintah desa atau kelurahan maupun Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro agar dapat ditangani dan dikaji sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait