Siswa MI Alam Al-Azhar Dikenalkan Sejarah Bojonegoro

MI Alam Al-Azhar.
Para siswa MI Alam Al-Azhar saat berada di Museum Rajekwesi.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Bojonegoro History berkolaborasi dengan Lembaga Pendidikan MI Alam Al-Azhar Sumberrejo menggelar wisata edukatif bertema Budaya dan Sejarah, Selasa (21/10/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan serta menumbuhkan pemahaman sejarah lokal, khususnya perjuangan para pahlawan kemerdekaan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Pemandu kegiatan, Zachwa Noor Haliza Noviana, menjelaskan, sebanyak 20 siswa kelas VI MI Alam Al-Azhar Sumberrejo mengikuti walking tour dengan rute bersejarah, meliputi Makam Pahlawan Bojonegoro, Monumen TRIP, Monumen Lettu Suyitno, hingga Museum Rajekwesi.

“Kami berkunjung ke Makam Pahlawan Bojonegoro untuk mengenang jasa para pahlawan yang gugur dalam Agresi Militer Belanda tahun 1948–1949,” katanya kepada suarabanyuurip.com.

Komunitas Bojonegoro History juga memberikan wawasan tentang perjuangan Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP), yaitu kelompok pelajar yang ikut berjuang melawan penjajahan. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat lebih mengenal sejarah perjuangan di daerahnya.

“Termasuk menumbuhkan rasa cinta tanah air sejak dini,” jelasnya.

Dia mengungkapkan walking tour ini merupakan program dari Komunitas Bojonegoro History, yakni perjalanan wisata edukatif sejarah dan budaya di Kabupaten Bojonegoro. Walking Tour rutin digelar setiap bulan.

Baca Juga :   STTR Cepu Akan Beralih Jadi Universitas Pertama di Blora

“Pagi tadi mengajak para suswa untuk belajar langsung dari situs-situs sejarah di daerahnya, agar faham sejarah Bojonegoro,” terangnya.

Guru MI Alam Al-Azhar Sumberrejo, Ikke Ludfita mengatakan, kegiatan Intergral Learning (IL) untuk mengajak siswa belajar secara langsung. Baik secara langsung pada tempatnya ataupun secara langsung bersama ahlinya.

“Mengenalkan sejarah kepada siswa penting, karena saat ini mereka mempelajari sejarah dengan buku ataupun video, dan itupun mempelajari sejarah-sejarah yang populer di Indonesia,” jelasnya.

Karena itu, melalui Intergral Learning ini, MI Alam Al-Azhar Sumberrejo mengajak siswanya untuk mengenalkan bahwa Bojonegoro juga punya sejarah. Misalnya, budaya, alat musik, kesenian wayang hingga peninggalan yang ditemukan di Bojonegoro.

“Kegiatan IL sendiri di sekolah kami, rutin dilakukan yakni setiap satu semester. Tema yang diangkat berbeda-beda bergantung dengan materi yang sedang dipelajari pada jenjang tersebut,” ungkapnya.

Dia menambahkan, dari kegiatan tadi siswa sangat senang dan tertarik, karena mendapatkan informasi tentang sejarah Bojonegoro.

“Kami juga masuk ke museum, anak-anak merasa bangga, karena Bojonegoro memiliki banyak peninggalan dan budaya sendiri,” tandasnya.(jk)

Pos terkait