SuaraBanyuurip.com –Ririn Wedia Nafitasari
Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP MIGAS) memastikan puncak produksi minyak Banyuurip, Blok Cepu, sebesar 165.000 barel hari (bph) sesuai target awal yang ditentukan, yakni Oktober 2014. Meski, sekarang ini, pelaksanaan proyek engineering, procurement and construction (EPC) Banyuurip telah tertunda enam bulan karena belum keluarnya izin mendirikan bangunan (IMB) dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.
â€Kita optimis produksi puncak bisa sesuai jadwal semula,†kata Deputy Operasional BP. Migas, Rudi Rubiyandini disela-sela mendampingi kunjungan Komisi VII DPR-RI di Kabupaten Bojonegoro untuk memfasilitasi penyelesaian permasalahan tertundanya proyek Blok Cepu.
Menurut dia, meski terdapat pendundaan pelaksanaan proyek pengembangan penuh Lapangan Banyuurip karena penyelesaian 6 item kesepakatan masalah sosial ekonomi antara operator Blok Cepu Mobil Cepu (MCL) dengan Pemkab Bojonegoro dan beberapa desa sekitar pemboran, namun semua pelaksanaan kegiatan persiapan produksi puncak masih masih dalam on the track.
â€Semua masih dalam schedule dan bisa kita recover. Sehingga tidak ada pembengkakan biaya operasional yang merugikan negara,†tegas Rudi.
Walaupun demikian, dia meminta, agar MCL segera menyelesaikan enam item kesepakatan masalah sosio ekonomi agar perizinan segera keluar dan proyek dapat berjalan. Dari hasil pertemuan ini, dia optimis pada tanggal 24 Pebruari nanti semua masalah tersebut akan tuntas.
“Karena masing-masing pihak sudah sepakat dan komitmen,†tandasnya.
Dia mengunkapkan, perkembangan persiapan produksi puncak Banyuurip telah menunjukkan kemajuan siginifikan. Diantaranya, kepal tanker yang akan digunakan floating storage and offoading (FSO) sudah dibeli dan dipersiapkan di Karimun dan pemasangan lapisan pelindung luar untuk pipa onshore yang dilakukan di Surabaya sudah hampir rampung.
“Karena itu kita harapkan semua pihak mendukung percepatan produksi Banyuurip. Karena lapangan ini menjadi tumpuan pemerintah untuk memenuhi target minyak nasional,†pungkas Rudi.
Untuk diketahui, sesuai sekenario, first oil pengembangan penuh Lapangan Banyuurip akan dipercepat empat bulan dari target yakni pada Juli 2014 sudah dapat berproduksi awal 90.000 bph. Â Produksi itu akan terus meningkat menjadi 165.000 bph pada Oktober 2014.