Minta Tripatra – BBS Kesampingkan Ego

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia Nafitasari

Sekretaris Kabupaten  (Sekkab) Bojonegoro, Soehadi Moeljono meminta agar PT. Tripatra Enginers & Construction, pemenang tender proyek engineering, procurement and construction (EPC) 1 Banyuurip, Blok Cepu, terbuka dengan PT. Bangkit Bangun Sarana (BBS), Badan Usaha Milik Daerah Bojonegoro dalam proses negoisasi tiga paket pekerjaan.

“Saya minta masing-masing (Tripatra dan BBS) mengesampingkan ego dan tidak saling lempar terkait penawaran harga dan juga yang lainnya,” pinta Soehadi Moeljono.

Permintaan Sekkab ini muncul karena hingga sekarang ini penawaran tiga paket pekerjaan yang di ajukan BUMD kepada Tripatra belum menemukan titik terang. Padahal penawaran itu diajukan 17 November lalu. Penawaran tiga paket pekerjaan itu adalah fencing work (pekerjaan pagar termasuk supply material), camp and accommodation serta transportation dan terminal masih dalam proses negoisasi.

Akibat belum adanya kejelasan itu, PT. BBS, mencabut dua penawaran pekerjaan lainnya yakni site preparation work (penyiapan lahan) dan pekerjaan temporary site facilities (kantor lapangan sementara).

” Kalau kedua belah pihak saling tertutup sampai kapanpun tidak akan menemukan titik temu. Karena itu harus terbuka agar ada titik temu,” ujar mantan Kepala Bappeda ini.

Baca Juga :   Retribusi Sampah EPC 1 Terbesar di Bojonegoro

Pria yang juga Ketua Tim Optimalisasi Kandungan Lokal ini, menjelaskan alasan belum adanya titik temu itu dikarenakan pihak Tripatra tidak menyertai harga meskipun  BUMD sudah memberikan harga dan penawaran yang  jelas.

Selain itu, lanjut Soehadi, alasan lainnya  PT Tripatra menganggap harga yang ditawarkan PT BBS terlalu tinggi. Akan tetapi Tripatra tidak meneybutkan harga yang sebenarnya dikehendaki seperti saat BUMD akan membangun fasilitas temporary. Dalam pelaksanaan ini PT BBS menyertai pelaksanaan ini dengan penawaran harga mulai dari pembangunan hingga perlengkapan yang dibutuhkan.
”Namun, Tripatra hanya bersedia membangun fasilitas bangunannya saja tanpa perlengkapan. Dan inilah yang diketahui menjadi permasalahan yang belum menemui jalan keluar,” bebernya.
Direktur PT. Tripatra Engineers & Constructor, Teguh Haryono menyatakan, bahwa harga terakhir yang ditawarkan PT. BBS masih jauh lebih tinggi dari Owner Estimate (OE) Tripatra. Sedangkan Owner Estimate (EO) Tripatra berdasarkan harga pasar di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya.

”Ini sesuai harga unit satuan Pemkab Bojonegoro dan Jawa Timur serta penawaran dari vendor/supplier untuk pekerjaan dan fasilitas sesuai keperluan yang ditentukan,” pungkasnya.

Baca Juga :   EPC 1 Belum Kantongi SIPA

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *