SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Setelah sukses mengeksplorasi sumur migas Tiung Biru (TBR) – B, Pertamina EP, Pengelola sumur migas TBR, Blok Gundih, di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, kembali akan melakukan pemboran Sumur TBR-C. Sebagai langkah awal eksplorasi, salah satu anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu  telah mensosialisasikan kegiatan pemboran ditingkat kecamatan.
Sosialisasi yang dipusatkan di Pendopo Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, itu dihadiri muspika kecamatan Tambakrejo dan Purwosari, Perwakilan Dinas Pekerjaan Umum, Jiman; dan Perwakilan PT. Pertamina EP, Yudhi Madjid. Selain itu, sejumlah kepala desa diantaranya kepala desa Malingmati, dan Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, serta Kades Purwosari, Gapluk dan Kuniran yang masuk wilayah Kecamatan Purwosari. Juga Badan Permusyawaratan Desa (BPD), RT/RW, dan Tokoh masyarakat yang ada disekitar lokasi TBR.
Camat Tambakrejo, Andik dalam sambutannya menyatakan, sosialisasi ini dikandung maksud agar masyarakat desa baik di wilayah Tambakrejo maupun Purwosari bisa mengetahui dan menyampaikan aspirasinya sebelum pengeboran itu dilaksanakan.
“Semoga dalam pelaksanaan pengeboran di TBR-C nanti berjalan dengan lancar. Selain itu, Pertamina selalu melibatkan warga sekitar lokasi dalam pengerjaannya,†kata Andik.
Senada juga disampaikan, Hartono, Camat Purwosari. Dia meminta, agar Pertamina EP komitmen dengan apa yang telah dijanjikan pada warga. Sehingga, tidak menimbulkan gejolak sosial masyarakat yang berakibat menghambat kelancaran proyek.
“Perusahaan harus selalu berkoordinasi dengan pihak terkait dalam setiap melangkah. Sehingga, jika terjadi masalah bisa segera diselesaikan untuk mencarikan solusi bersama,†sergah Hartono.
Yudhi Madjid, Eksternal Relation PT Bama Bumi sentosa (BBS), Operator Sumur TBR yang mewakili Pertamina EP meminta, agar semua pihak mendukung proyek negara ini. Karena hasil dari kegiatan yang dilaksaknakan ini nantinya akan kembali kepada daerah masyarakat.
â€Kita juga akan mengutamakan warga sekitar dalam rekruitmen tenaga kerja. Ini sudah menjadi komitmen kami untuk memberdaakan warga lokal, khususnya disekitar pemboran,†tegas Yudhi Madjid.
Sementara itu, Jiman, perwakilan dari DPU menambahkan, pihaknya akan tetap melakukan perbaikan jalan dengan sistim tambal sulam sepanjang 10 kilo meter (KM). Hal itu dilakukan karena mobilisasi alat berat untuk menunjang kegiatan eksplorasi masih berjalan.
“Sesuai perjanjian kita (DPU dengan Pertamina EP) perbaikan jalan total akan dilaksanakan setelah pemboran selesai,†pungkas Jiman.