Dana CSR Hulu Migas Capai Rp. 400 M

SuaraBanyuurip.com

Dana yang digelontorkan untuk tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) industri hulu minyak dan gas bumi (migas) pada tahun 2012 mencapai Rp 400 miliar. Jumlah ini naik sebesar 53 persen dari tahun 2011 yang anggarannya sekitar Rp 265 miliar.

Kepala Divisi Humas, Sekuriti, dan Formalitas, BPMIGAS, Gde Pradnyana saat rapat Forum Konsultasi Daerah Penghasil Migas di Semarang, Kamis (12/4) lalu, mengungkapkan, kegiatan pengembangan masyarakat yang selama ini dijalankan para kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) dirasakan belum memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat di sekitar daerah operasi migas. Oleh karena itu, BPMIGAS kini memperluas program pengembangan masyarakat tersebut sebagai bagian dari kegiatan CSR.

“CSR industri hulu migas dikemas dalam bentuk program Bright and Green,” katanya.

Program Bright bermakna menerangi dan mencerahkan. Menerangi berarti membuat lingkungan di seputar daerah operasi menjadi lebih terang, dengan penyediaan sarana penerangan listrik. Mencerahkan artinya menyediakan sarana dan akses peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia  (SDM) agar masyarakat lebih cerdas, mandiri,  dan memiliki kehidupan yang lebih cerah. 

Baca Juga :   EMCL Gelar Serah Terima Infrastruktur Publik ke 34 Desa Sekitar Operasi

Sementara konsep Green bermakna menumbuhkan dan menghidupkan. Melalui program GREEN  diharapkan industri hulu migas tidak saja ramah lingkungan, menghijaukan bumi, dan menyelamatkan alam raya, tapi menumbuhkan kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.

 “BPMIGAS berharap, program ini bisa menjadi ciri dari industri hulu migas,” tegas Gde.

Dicontohkan, militer yang memiliki ciri dan karakter yang sangat kuat. Setiap orang yang masuk komplek militer bisa mengetahui bahwa daerah yang dimasukinya adalah kawasan tentara, yakni tertib, bersih, dan hijau. Begitu pula dengan kawasan industri hulu migas. Setidaknya, dalam radius 10 kilometer, di setiap operasi migas dapat dijumpai wilayah yang terang karena ada listrik, hijau, dan jalannya mulus.

Kegiatan konkret program Bright, kontraktor kontrak kerja sama mengalokasikan pasokan gas yang merupakan gas suar bakar (flare gas) atau berasal dari lapangan marjinal kepada daerah sekitarnya. Volume pasokannya sebesar satu sampai tiga juta standar kaki kubik per hari.

Sedangkan implementasi program green, pada Desember 2011 yang dicanangkan sebagai Bulan Menanam Pohon oleh Presiden RI, Kontraktor Migas tercatat menanam sebanyak 105.303 pohon. Tidak ketinggalan, penanaman 10.000 pohon Mangrove oleh BPMIGAS di Muara Anke, Jakarta saat Hari Ulang Tahun BPMIGAS ke-9 pada akhir 2011. (BP. Migas)

Baca Juga :   GAM Santuni Anak Yatim

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *