Kalah Lelang, GAM Ancam Hentikan Proyek Tripatra

pak Ed

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – PT. Gayam Asri Manunggal (GAM), kontraktor lokal Ring 1 Blok Cepu, melayangkan protes keras kepada PT. Tripatra Engineers & Constructors, pelaksana proyek engineering, procurement and construction (EPC)-1 Banyuurip  karena dinyatakan kalah lelang dalam paket pekerjaan general civil work for utility dan offsite area. Bahkan, GAM mengancam akan menghentikan semua aktifitas pelaksana proyek EPC 1 Blok Cepu dengan meblokir akses utama jalan menuju sumur migas Banyuurip – Jambaran.

Dalam suratnya, management GAM menilai PT. Tripatra telah melakukan sejumlah pelanggaran dalam proses lelang. “Kami dikalahkan dengan cara yang tidak benar. Masak, belum ada negoisasi final kok tiba-tiba diberi surat yang menyatakan kami kalah,” ungkap Sumber Purnomo, Direktur Utama PT. GAM.

Rencananya, GAM akan mengadukan persoalan tersebut kepada Bupati Bojonegoro dan akan minta klarifikasi ke panitia lelang Tripatra di GDK Kamis (21/06/2012) siang ini.

“Intinya kita minta pengumuman lelang ini dibatalkan. Kalau tidak kita akan melakukan aksi pemblokiran jalan,” ancam pria yang akrab disapa Pak Ed ini.

Baca Juga :   JOB P-PEJ Diminta Tanam Tumbuhan Tinggi

Sementara itu ada beberapa poin yang menyatakan pihak Tripatra melanggar aturan lelang. Diantaranya, tidak memberitahukan hasil rincian penilaian para peserta lelang, tidak mencantumkan nilai pagu pproyek /EE, dan tidak adanya negosiasi harga akhir/final sehingga GAM kalah lelang pada paket ini.

“Apakah layak PT kalah dengan CV untuk mengerjakan pekejaan yang berstandart BP. Migas dan ExxonMobil,” tambah Pak Ed.

Dia juga menilai bahwa  PT. Tripatra  tidak bisa membina kontraktor lokal tapi justru telah membinasakannya. Tak hanya itu, GAM juga menganggap Tripatra  melanggar atau menyalahi aturan UUPTK 007 serta Kepres 54 tahun 2010 tentang mekanisme pelelangan.

Dikonfirmasi terpisah, Teguh Haryono, dirut Tripatra membantah pihaknya melakukan pelanggaran dalam proses lelang.

“Kalau ada yang salah dalam proses lelang yang kita lakukan silahkan melakukan klarifikasi kepada panitia lelang kami, nanti akan dijelaskan mengapa kok kalah,” sambung Teguh.

Kalau kalah itu, jelas Teguh, karena  harga yang ditawarkan GAM mungkin lebih mahal. “Kalau ada yang harganya lebih murah masak kita mau memilih yang mahal,” terang memberi gambaran. (suko)

Baca Juga :   Sebelas Bekas Tambang Galian C Rusak Berat

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *