SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Setelah beberapa pekan sebelumnya mengeluhkan lonjakan harga sembako, kini menjelang datangnya puasa Ramadhan warga di sejumlah desa di wilayah Kabupaten Tuban diresahkan menyusutnya persediaan air bersih.
Keluhan wrga terkait dengan mengeringnya sumber-sumber air yang biasa mereka manfaatkan. Di samping harus mengeluarkan biaya tambahan lagi untuk mendapatkan stok air bersih saat puasa di bulan penuh rahmah yang tinggal menyisakan hitungan hari.
Beberapa warga kemudian membeli air dari mobil tangki, dengan harga Rp 45.000/tangki untuk 5.000 liter air. Dalam keadaan musim penghujan bisa dihabiskan dalam waktu satu bulan.
“Kalau puasa kemungkinan tidak akan sampai satu bulan sudah habis, apalagi saat musim kering seperti ini. Karena biasanya kami mengandalkan air hujan untuk ternak dan mencuci,†jelas Didik, warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Senin (16/7/2012).
Hal berbeda dilakukan warga desa Genaharjo, Kecamatan Semanding. Saat ini Sendang Pancur yang menjadi tumpuan harapan air mulai mengering. Â Mereka memilih untuk membuat saluran dari Desa Panambangan yang terletak di sebelah Desa Genaharjo.
“Tapi air yang dari pipa Panambangan ini hanya mengalir pada tengah malam saja. Itupun tidak banyak, kami harus membayar Rp 30.000 per bulan,†ujar Toko, warga setempat.
Dia akui, di samping melonjaknya harga barang-barang Sembako, menjelang puasa ini dirinya merasa kebingungan untuk mendapat air bersih. Di samping juga mengeluhkan lonjakan harga kebutuhan pokok yang semakin melambung.
Kondisi seperti ini memicu keprihatinan beberapa orang yang selama ini menjual air bersih dalam jerigen kepada warga. Bagaimana tidak mereka harus menaikkan ongkos air bersih karena kelangkaan air. Sedang disisi lain tidak tega melihat pelanggan setianya mengeluhkan keadaan ini.
“Saya menjual kepada penduduk dengan harga Rp 4.000/jerigen, karena saya harus masuk jauh ke dalam hutan di Pakah  dan mengangkutnya dengan motor,†ujar salah satu penjual air jerigen yang biasa memasarkan airnya di Desa Gesing, Kecamatan Semanding dan sekitarnya.
Kondisi kekeringan meluas di beberapa desa yang ada di Kecamatan Semanding seperti Desa Gesing, Genaharjo, dan Desa Jadi. Sedangkan di Kecamatan Merakurak melanda Desa Tegalrejo dan beberapa desa lainnya, serta beberapa desa yang ada di Kecamatan Kerek dan Montong.
Kebanyakan desa yang mengalami kekeringan adalah desa-desa wilayah pinggir hutan dengan tanah percil (tanah kapur). Termasuk juga desa-desa yang sawah ladangnya mengandalkan air hujan. (tg)