SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Keselamatan kerja dan kepatuhan terhadap regulasi menjadi prioritas PT. Tripatra dalam melaksanakan proyek EPC 1 Banyuurip. Serangkaian pelatihan pun dilaksanakan untuk menumbuhkan kesadaran pekerja.
Pelatihan safety bagi sopir dump truck (DT) misalnya, telah dilaksanakan Tripatra sejak melakukan kegiatan penyiapan lahan proyek engineering, procurement and construction (EPC) 1 Banyuurip, Blok Cepu. Sebanyak 424 sopir DT diberikan beragam pelatihan tentang keselamatan bekerja. Mereka memperoleh materi pelatihan tentang safety induction, Construction Safety dan Defensive Driving Course.
“Antusias sopir untuk mengikuti pelatihan ini cukup tinggi. Itu terbukti dari jumlah peserta yang mengikuti training terus meningkat,†papar Community Affair PT Tripatra, Budi Karyawan.
Setiap harinya, pelatihan ini diikuti 40 sampai 50 sopir DT yang dipusatkan di Balai Latihan Kerja (BLK) Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander dan Desa Beged, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro. Dalam pelatihan ini, Tripatra mendatangkan trainer khusus yang memberikan materi tentang manajemen safety kerja dan aturan lalu lintas yang wajib dipatuhi dalam proyek EPC 1 Banyuurip.
Mulai dari pemakaian kelengkapan alat safety seperti helm, kaos tangan, sepatu, kacamata, dan lampu rotari yang dipasang disetiap armada, serta batas kecepatan kendaraan. Selain itu juga tentang batas muatan yang tertuang dalam dokumen analisa mengenai dampak lingkungan (Andalalin) yang sudah disepakati bersama Tim Andalalin.
“Karena kita senantiasa mengutamakan keselamatan pekerja dan mentaati semua regulasi yang ada dalam setiap beraktifitas,†tegas Budi.
Budi berharap, dengan pelatihan yang diberikan ini kesadaran para sopir dan pekerja tentang keselamatan kerja dan kepatuhan terhadap aturan yang ada dalam melaksanakan proyek Blok Cepu semakin tinggi. Sehingga proyek yang dilaksanakan dapat berjalan sesuai harapan bersama.
“Kita ingin nantinya keselamatan kerja dan taat aturan menjadi budaya para sopir dan pekerja. Sehingga setelah proyek ini selesai mereka sudah  terbiasa untuk mengerjakan proyek-proyek berikutnya,†papar putra asli Malang, Jatim ini.
Selain Tripatra, untuk menumbuhkan kesadaran para sopir DT ini, Konsorsium PT. Pembangunan Perumahan – PT. Rajekwesi Mitra Tama (PP-RMT), subkontraktor Tripatra juga memberlakukan aturan tegas kepada para sopir DT. Yakni membatasi muatan sesuai standar aturan yang berlaku.
Untuk menumbuhkan kesadaran itu, konsorsium kontraktor lokal dan nasional menempatkan pengawas di lokasi pengambilan tanah urug di Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban dan checker (pengawas) yang bertugas mengukur jumlah muatan sebelum masuk lokasi proyek. Dalam melaksanakan tugasnya, checker ini tidak akan menghitung muatan yang melebihi dari kesepakatan yang sudah disetujui bersama dengan para leader.
“Awalnya sulit, tapi perlahan kesadaran para sopir DT mulai tumbuh. Mereka tak lagi melakukan muatan berlebih,†sambung Rachmad Aksan, Direktur RMT.
Bukan hanya itu, keselamatan lalu lintas bagi masyarakat di sekitar lokasi dan akses proyek EPC 1 Banyuurip juga menjadi bagian penting Tripatra. Untuk memberikan pemahaman itu, perusahaan nasional asal Jakarta itu memberikan sosialisasi tentang Undang-Undang No.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas kepada siswa di 14 sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga SMA di Kecamatan Ngasem dan Kalitidu.
“Tujuannya dari sosialisasi ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada pelajar sejak dini tentang aturan lalu lintas dan budaya taat berlalulintas . Karena dengan dimulainya proyek ini banyak kendaraan melintasi daerah pemukiman penduduk,†papar Budi kembali.
Sosialisasi ini mendapat sambutan positif dari lembaga pendidikan disekitar pengeboran migas Blok Cepu.  Mohamad Abdul Wahid, Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) Bahrul Ulum, Desa Gayam, Kecamatan Ngasem mengungkapkan, sosialisasi ini akan menambah wawasan para pelajar tentang aturan lalu lintas.
“Ini sangat perlu sekali. Agar mereka paham dan mentaati aturan berlalu lintas. Sehingga diharapkan mereka dapat menerapkannya untuk menjaga keselamatan bagi dirinya maupun orang lain,†sambung Abdul Wahid.
Tripatra juga sudah melengkapi rambu-rambu lalu lintas, lampu pengatur lalu lintas dan rambu peringatan disepanjang jalan Gayam untuk meminimalis terjadinya kecelakaan lalu lintas menuju lokasi proyek. (suko)