MCL Ritual Selamatan Dimulainya Proyek EPC 2

SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo

Tuban – Operator ladang migas Blok Cepu, Mobil Cepu Ltd (MCL) menggelar ritual selamatan sebagai penanda dimulainya proyek Engineering Procurement and Contraction (EPC)-2, di EPC 2 Site Camp di Jalan Raya Tuban – Bojonegoro KM 49, tepatnya di Desa Banjaragung, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Kamis (30/8/2012) pukul 11.00 WIB.

Helat bernuansa religi itu sebagai bentuk niat baik MCL dan kontraktornya, sebagai bagian dari masyarakat setempat sebelum memulai pekerjaan penting. Apalagi proyek EPC-2 ini, bakal benyak melibatkan masyarakat sekitar sebagai pekerja.

Field Public & Government Affairs Manager MCL, Rexy Mawardijaya,  menyatakan, selamatan yang juga terdapat pada budaya Jawa ini, ditujukan untuk mendapat dukungan dari sekitar, keselamatan, dan ketentraman.

“Hal ini sejalan dengan motto kami “Nobody Gets Hurt” atau tidak ada yang cedera. Dimana kami ingin memastikan operasi yang aman dan terandalkan, untuk kesuksesan proyek EPC-2 pengembangan Banyu Urip,” kata Rexy dalam surat elektrik yang diterima SuaraBanyuurip.com, Kamis (30/8/2012).

Baca Juga :   Bapenda Bojonegoro Buru Makelar Tanah Blok Cepu

Dia ungkapkan, MCL anak perusahaan Exxon Mobil Corporation, kontraktor untuk Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak Dan Gas Bumi (BP Migas) untuk Blok Cepu, melanjutkan pengembangan lapangan penuh Banyu Urip di Blok Cepu, Jawa Timur. Proyek Banyu Urip telah menganugerahkan kontrak untuk EPC-2, untuk desain dan instalasi pipa darat sepanjang 72 kilometer berinsulasi kepada konsorsium antara PT Inti Karya Persada Tehnik (IKPT) dan PT Kelsri.

Kontrak EPC 2 akan merancang dan memasang jalur pipa darat berinsulasi yang tertanam di bawah tanah dan berdiameter 20 inci. Fasilitas ini membentang dari pengolahan produksi (production processing facilities/PPF) ke pantai Tuban, dengan jarak sekitar 72 kilometer.

“MCL bekerja sama dengan BP Migas, Pertamina dan mitra kami lainnya untuk membawa sumber daya Banyu Urip ke tahap produksi penuh sesegera mungkin, sambil memastikan operasi yang aman dan terandalkan,” kata Rexy Mawardijaya.

Dengan seluruh kontrak EPC ditargetkan akan selesai dalam 36 bulan, produksi lapangan tahap penuh akan dapat dimulai tidak lama setelah itu, sementara menunggu persetujuan pihak regulator. Proyek ini berencana untuk memproduksi sekitar 450 juta barel minyak.

Baca Juga :   Belum Jadwalkan Penertiban Sumur Tua

Pengembangan dan produksi Banyu Urip ke depan, ungkap Rexy, akan membawa keuntungan berarti bagi Indonesia. Proses pengeboran, konstruksi, dan instalasi dari fasilitas ini dapat dicapai dengan dukungan dari kalangan pemasok dalam negeri, termasuk perusahaan-perusahaan lokal. Ribuan tenaga kerja di Indonesia akan dipekerjakan oleh MCL beserta kontraktornya, selama kurang-lebih tiga tahun masa tahap pengembangan proyek ini.

Dia katakan, proyek ini juga akan menyediakan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan para pekerjanya. Sehingga dapat digunakan demi pengembangan proyek serupa di masa depan, baik pada industri minyak dan gas maupun industri lainnya. Beberapa pelatihan masih berjalan bagi teknisi lokal yang akan berperan dalam operasional produksi nantinya. (edp/tbu)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *