SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro – Tim Optimalisasi Kandungan Lokal bentukan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengaku kesulitan memantau kegiatan eksplorasi dan eksploitasi sumur migas Tiung Biru (TBR), Blok Gundih yang di operatori Pertamina EP. Akibatnya, tim yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Bojonegoro Suyoto itu tidak mengetahui secara pasti perkembangan kegiatan di lapangan migas yang terletak di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo tersebut.
Kepala Badan Sumber Daya Alam (SDA) Pemkab Bojonegoro yang juga Wakil Sekretaris Tim Optimalisasi Kandungan Lokal, Fajar Yudhi mengungkapkan, selama ini Pertamina EP sering kali mangkir ketika diundang Pemkab Bojonegoro untuk rapat koordinasi bersama kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) migas dan kontraktornya. Sehingga baik Pemkab maupun Tim Optimalisasi Kandungan Lokal tidak mengetahui secara rinci perkembangan proyek di TBR termasuk masalah pengurusan ijin gangguan (HO) dan ijin mendirikan bangunan (IMB).
“Mereka sering tidak datang kalau diundang. Mungkin untuk masalah ijin secara personal dengan Badan Perijinan,” kata Fajar saat ditemui www.suarabanyuurip.com dikantornya, Senin (03/09/2012).
Karena itu, Fajar mengaku heran dengan sudah dilaksanakannya pipanisasi yang tertanam di sepanjang jalan dari sumur TBR- A  ke B oleh Pertamina EP karena proses ijin belum selesai.
“Mestinya ada ijin terlebih dahulu,karena secara logis apabila ada kegiatan eksplorasi dan eksploitasi pasti ada dampak lingkungan dan fasilitas penunjang lainnya,”ujarnya.
Dijelaskan, selama ini Tim Optimalisasi telah mengundang pihak Pertamina EP berkali-kali namun tidak pernah memenuhi undangan tersebut. Bahkan terakhir pada Rabu (29/08/2012) lalu saat rapat koordinasi rutin di Ruang Batik Madrim Pemkab Bojonegoro, Humas Pertamina EP Tiara menyatakan belum siap memberikan laporan.
“Pertamina EP belum siap memberikan progres reportnya dan kami beri waktu agar pertemuan mendatang mereka sudah siap dengan semua laporan perkembangan kegiatan di TBR,†tegasnya.
Meski demikian, Fajar memastikan bila kegiatan di sumur Tiung Biru A, B dan C belum berproduksi. Karena belum ada laporan lifting TBR dari pemerintah pusat yang masuk ke Pemkab Bojonegoro sebagai daerah penghasil.
“Menurut saya untuk melakukan eksplorasi ke eksploitasi memerlukan tahapan-tahapan dan memakan waktu yang lama. Pengeboran yang dilakukan saat ini mungkin untuk memastikan jumlah kandungan minyak ,†kata Yudi menduga.
Menurut dia, jika nanti sudah jelas jumlah kandungan minyak yang dihasilkan, barulah Pemerintah Daerah menentukan target untuk hasil minyak dan gas dari TBR tersebut.
“Kami nanti fokus pada gas di TBR, tapi ya belumlah.  Lihat dulu hasilnya,” imbuh Yudi.
Terpisah, Kepala Humas Pertamina EP, Agus Amperiyanto mengatakan, jika sumur TBR AÂ dilakukan eksplorasi tahap lanjut sebagai alternatif tes produksi. Sedangkan untuk TBR C sedang berlangsung pengeboran.
“Status TBR-A dan B sedang proses untuk primary oil production (POP) dan menunggu persetujuan dari BP. Migas,” sambung Agus melalui telepon genggamnya.
Dia berjanji akan memberikan keterangan secara detail kepada www.suarabanyuurip.com karena dirinya beralasan tengah sibuk. (rin/suko)