Warga Mojodelik Kembali Sweeping Pekerja Blok Cepu

sweeping pekerja

SuaraBanyuurip.comSamian sasongko

Bojonegoro – Warga Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mensweeping pekerja PT. Serpindo, salah satu subkontraktor PT. Tripatra Engineers & Constructors, pelaksana engineering procurement and construction (EPC) 1 Banyuurip, Kamis (8/11/2012).  Mereka melakukan sweeping  karena PT. Serpindo dinilai tidak melibatkan warga Mojodelik dalam pekerjaan pipeline (pipanisasi) di lokasi well pad A dan B Lapangan Minyak Banyuurip.

Dari pantauan, sweeping itu dilakukan sekira sepuluh warga dipimpin langsung Kepala Desa Mojodelik, Sandoyo mulai pukul 07.00 WIB hingga 10.00 WIB. Mereka menyisir lokasi well pad A dan B dan memiberhentikan paksa para pekerja PT. Serpindo menghentikan aktifitasnya.

Karena merasa ketakutan, para pekerja pun meninggalkan lokasi pekerjaannya dan sebagian kembali ke basecampnya yang berada di Desa Begadon, Kecamatan Gayam. Sebagian pekerja lainnya memilih beristirahat di warung sekitar lokasi proyek.

Kepala Desa Mojodelik, Sandoyo mengungkapkan, sweeping itu dilakukan karena keterlibatan warga Mojodelik dalam proyek pipeline oleh PT. Serpindo sangat minim. Mayoritas tenaga kerja yang digunakan PT Serpindo 70 persen berasal dari warga luar daerah Bojonegoro.  Yakni warga Cilacap Jawa Barat dalam pekerjaan Welder (pengelasan), Helper dan picer.

Baca Juga :   Warga Ngampel Ancam Pasang Portal Jalan Desa

“Warga lokal sangat minim sekali dilibatkan. Siapapun orangnya pasti tidak akan rela jika warga lokal tidak dilibatkan sesuai harapan. Apalagi proyek ini berada didesa sini,”kata Sandoyo saat ditemui dirumahnya seusai mlakukan swiping, Kamis (08/11/2012).

Menurut dia, seharusnya Serpindo lebih mengutamakan tenaga kerja lokal sekitar lokasi proyek, khususnya dari Mojodelik. Alasannya sederhana, karena masyarakat sekitar lokasi proyek selama ini yang menanggung dampak secara langsung dari kegiatan tersebut.

Karena itu, Sandoyo meminta, agar 60 persen tenaga kerja PT. Serpindo  berasal dari warga desa sekitar proyek migas dan 40 persennya warga luar.

“Kalau itu tidak disepakati Serpindo jangan salahkan jika warga sekitar akan melakukan gerakan yang bisa menghambat proyek Banyuurip tersebut,” ancam kepala desa ring 1 Lapangan Minyak Banyuurip ini.

Bahkan, Sandoyo juga mengancam akan mengerahkan warganya dalam jumlah besar jika PT. Serpindo tidak menghiraukan aspirasi warga Mojodelik.

Untuk diketahui, aksi sweeping warga Mojodelik kepada pekerja di Blok Cepu ini merupakan yang kesekian kali. Mereka melakukan sweeping karena merasa kurang dilibatkan dalam pekerjaan proyek Banyuurip didesanya.  (sam/suko)

Baca Juga :   Wabup Bojonegoro Tegas Hentikan Operasional PT Sata Tec Indonesia


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *