Mantan Preman Itu Sukses Memimpin Desa

sunarto

Siapapun tak pernah tahu apa yang akan terjadi besuk. Tuhan selalu memiliki skenario hidup bagi umatnya, termasuk untuk seorang Sunarto.  

JIKA menilik masa lalunya yang kelam, siapapun tak pernah menyangka jika pemuda  asal Desa Mrutuk, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur ini mampu memimpin warga desa. Perilakunya semasa muda yang akrab dengan tempat hiburan malam, termasuk pesta minuman keras didampingi para perempuan penghibur, dianggap tak laik menjabat orang nomor satu di desanya.

Akan tetapi Tuhan memiliki skenario berbeda dengan anggapan masyarakat terhadap, Sunarto. Pemuda yang dulu dikenal sebagai preman berambut gondrong sepinggang ini, pada akhirnya menjadi Kepala Desa (Kades) Mrutuk. Bahkan, Gondrong, demikian dia dulu akrab disapa, dinilai warga berhasil memimpin pemerintahan di desanya.

“Sampai sekarang saya juga belum bisa menalar, kenapa kok disukai masyarakat, kok dipilih menjadi Kades. Padahal saya orang kere, gak gablek modal untuk nyalon kades,“  kata Sunarto kepada SuaraBanyuurip.com di kantor desa setempat.

Walau berlatarbelakang kelam dalam perjalanan sebagai Kades, Sunarto mampu menunjukkan keteladanan bagaimana menjadi seorang pemimpin yang bijak. Selama lima tahun menjabat Sunarto total mengabdikan diri melayani masyarakat. Bekerja bersih dan lurus. Baginya jabatan adalah amanah, bukan ajang aji mumpung untuk mengeruk kekayaan.

Baca Juga :   4 Tahun Jalan Kaki Keliling Indonesia Cari Pusaka

“Seharusnya, pemimpin itu bisa ngayomi dan ngayemi masyarakat. Bukan nggrogoti masyarakat untuk memperkaya diri,” tegas Sunarto.

Mrutuk sebenarnya memiliki kekayaan dengan aset desanya. Namun karena pemimpin terdahulu tidak mengelola dengan baik, bahkan cenderung terindikasi korup, tidak ada wujud pembangunan yang berarti.

Sunarto tidak ingin mengulang sejarah. Tahun demi tahun dirinya fokus membenahi  desa, dan kesejahteraan masyarakat.  Dana desa harus benar-benar dimaksimalkan untuk mengangkat kemajuan desa, dan mensejahterakan masyarakat.

“Tidak ada serupiahpun yang tercecer untuk masuk kantong pribadi atau perangkat,”   papar Sunarto panjang lebar.

Terbukti, semasa pemerintahannya pembangunan di Desa Mrutuk tumbuh pesat. Setiap tahun dana pembangunan dialokasikan hingga ratusan juta.

Hasil pembangunan fenomental adalah gapura pintu masuk desa. Pintu masuk desa itu berdiri kokoh dan megah di tepi jalan provinsi dengan anggaran mencapai Rp100 juta. Pendapa kantor desa juga baru selesai dirampungkan. Bentuk arsitekturnya yang didesign oleh Sunarto sendiri memadukan gaya Islam Kejawen. Total dana pembangunannya mencapai Rp300 juta.

Masih banyak lainnya bangunan baru era kepemimpinan Sunarto. Seperti Polindes, lembaga pendidikan, jalan lingkungan desa, tempat peribadatan, dan infrastruktur lainnya untuk masyarakat.

Baca Juga :   Inspiratif, Ibu-ibu di Bojonegoro Kelola Bank Sampah Produksi Pupuk Organik

Petani di Mrutuk telah menikmati hasil panen melimpah, setelah Sunarto melakukan normalisasi sungai desa sepanjang belasan kilometer. Selama bertahun-tahun sarana irigasi fital tersebut terbengkalai.

“Walau tidak terlihat mencolok seperti bangunanan pendapa ataupun gapura desa, normalisasi sungai menelan dana ratusan juta rupiah. Alhamdullillah, telah membawa manfaat besar bagi masyarakat, “ ujar suami dari Hj Ummy ini.

Untuk membangun desa, pantang bagi Sunarto menerima bantuan proyek dari pemerintah jika ada potongan. “Saya tidak ingin menyuburkan pungli dan korupsi. Biar desa-desa lain melakukannya yang penting tidak di Desa Mrutuk,” ungkap pria yang dijadikan barometer keberhasilan Kades di Kecamatan Widang ini.

Sunarto akan memprotes mati-matian  jika camat bersikap tidak adil dalam pembagian proyek. “Jangan karena ada Kades yang luman berani memberi upeti besar pada camat,  terus desanya banyak diberikan proyek. Itu dzolim namanya,” demikian Sunarto. (totok martono)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *