SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Loyalitas pejabat di jajaran Pemkab Lamongan, Jawa Timur, tampaknya patut dipertanyakan. Apalagi bagi yang dinas untuk memberi pelayanan masyarakat di wilayah yang jauh dari Kantor Bupati Lamongan.
Sebagai Pamong Praja yang harusnya memberi layanan baik kepada rakyat di wilayahnya, mereka disinyalir setengah hati dalam bertugas. Mereka acap pulang awal sebelum jam kantor selesai pukul 15.00 WIB.
Setidaknya kondisi itu ditemukan di Kantor Camat Kedungpring, Kabupaten Lamongan. Gara-gara takut pulang kehujanan, Sekcam Kedungpring, Hari Mulyono, memilih meninggalkan tugas sebelum jam pulang. Apalagi saat itu Camat Kedungpring, Abdul Muis, pada hari, Senin (3/12/2012), sedang tidak berada di tempat.
Musim penghujan membuat Hari Mulyono yang baru 3 bulan menduduki jabatan Sekcam ini merasa tidak nyaman. Ingin pulang lebih cepat karena takut kehujanan di jalan. Sedangkan jam kerja di jajaran Pemkab Lamongan mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB.
Saat itu sekitar jam 14.05 WIB, SuaraBanyuurip.com datang ke kantornya untuk konfirmasi berita di wilayah Kecamatan Kedungpring kepada Camat Abdul Muis. Suasana kantor kecamatan tampak lengang padahal bukan jam istirahat. Di kantor sekretariat hanya tampak sekitar 4 orang staf.
“Pak Camat sedang menghadiri undangan di Lamongan,†kata seorang perempuan staf Kantor Camat Kedungpring.
Karena tak bertemu Camat, SuaraBanyuurip.com minta dipertemukan dengan Sekcam. Dia pun menyatakan, Sekcam sedang di musholla. Namun ketika didatangi di musholla, Sekcam tidak ada. Seorang staf pria memberitahu Sekcam Hari Mulyono sedang di warung kopi. Sekitar sepuluh menit menunggu, Sekcam datang, dan menyambut dengan dingin.
“Waduh saya mau pulang, Mas. Takut kehujanan, “ kata Hari Mulyono yang tinggal di wilayah Deket, Lamongan ini.
Menurutnya, wilayah Kedungpring selalu hujan deras siang hingga sore hari. Ketika diingatkan masih pukul 14.15 siang, dan belum waktunya pulang, dia mengatakan, rumahnya jauh sedang ke kantor dirinya naik motor.
“Kalau bawa mobil enak tidak kehujanan. Nah ini bawa motor, “ jawabnya bernada mengeluh sambil sesekali memandang jam tangannya.
Pejabat yang sebelumnya staf di Dinas Pengairan, Lamongan ini menyatakan, jarak tempuh perjalanan kantor dengan rumahnya sangat jauh. Bikin panas pantat, katanya.
Saat diingatkan lagi, bagaimana kalau ada warga butuh pelayanan, sedang Camat tidak ada di kantor, Hari Mulyono menjawab, “disini (Kecamatan Kedungpring-Red) sepi pelayanan, Mas.“
Wawancara jadi tidak nyaman lagi, saat SuaraBanyuurip.com pamit, dan menyempatkan bertanya tentang nama beberapa kades di Kecamatan Kedungpring, Sekcam mengaku, tidak kenal. Â
“Yang saya hafal paling cuma 10 kades,“ jawabnya ringan. (tok)