SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Proyek pembangunan Pendapa Krida Manunggal, Kabupaten Tuban, Jawa Timur yang semula ditargetkan rampung pada 5 Desember 2012 lalu molor dari jadwal. Saat ini  proyek senilai Rp13,5 miliar yang ada di kompleks rumah dinas Bupati Tuban masih jauh dari kata selesai, Jumat (7/12/2012).
Proyek besar yang dikerjakan kontraktor asal Surabaya, PT Saburnaya, dan PT Mustika Zidane Karya (KSO), sejak 8 Agustus 2012 lalu baru mencapai kisaran 50 persen. Di lokasi pengerjaan puluhan tukang baru dilakukan dengan penyelesaian pilar-pilar penyangga bangunan. Baru melakukan pengelasan besi untuk pembuatan konstruksi sebagai penopang atap bangunan.
Â
Selain itu besi-besi yang menjadi penyangga dari beton, dan tempat pijakan tukang tersebut belum dilepas. Diperkirakan pengerjaannya masih membutuhkan waktu yang lama, karena belum pada pembuatan lantai, taman, dan finishing dari bangunan yang dibakar massa paska Pilkada Tuban tahun 2006 silam tersebut.
“Kalau ini ya masih lama mengerjakannya, Mas,†ujar salah satu tukang di tempat tersebut.
Dikonfirmasi, Kabag Humas dan Media Pemkab Tuban, Joni Martoyo, mengatakan, Pemkab akan memberikan denda terkait molornya pengerjaan tersebut. Karena sesuai dengan ketentuan awal, proyek yang sudah ditenderkan apabila molor dalam penyelesaiannya maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Sesuai ketentuan kontraktor akan kami kenakan sanksi,†kata Joni saat dihubungi melalui ponselnya.
Tentang perhitungan denda, telah disepakati kontraktor akan dikenakan perhari 0,1 persen dari nilai total proyek sampai pengerjaan tersebut selesai. Berarti, kontraktor diharuskan membayar sekitar Rp13,5 juta setiap harinya selama pengerjaan benar-benar telah diselesaikan.
tuntas.
“Bukan denda yang jadi masalah, tapi pendapa yang mestinya sudah bisa difungsikan, jadi belum bisa karena pengerjaannya molor,†jawab Joni saat ditanya mengenai kerugian yang diderita Pemkab Tuban karena molornya pengerjaan proyek ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengerjaan Umum Tuban, Â Choliq Chunasih, mengatakan, pihaknya selaku bertanggung jawab terkait masalah ini belum memberikan konfirmasinya sampai berita ini ditulis.
Â
Diketahui, Pendapa Krida Manunggal, Tuban, luluh lantak akibat amuk massa paska Pilkada Tuban 2006 yang dulu dimenangkan pasangan Haeny Relawati-Lilik Suharjono lalu, kini dibangun kembali dengan dana APBD Tuban sekitar Rp13,5 miliar. Direncanakan, pembangunan pendapa akan dilakukan dengan mengunakan konsep ruang terbuka, serta arsitektur khas Jawa-Islam untuk memperkuat citra Tuban sebagai Bumi Wali. (edp)