Kesadaran Berdayakan Naker Lokal Minim

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Minimnya keterampilan yang dimiliki masyarakat di sekitar desa ring 1 Blok Cepu menjadi salah satu penyebab belum maksimalnya mereka terlibat dalam proyek Banyuurip. Hal itu dikarenakan tidak adanya kepedulian dari semua pihak untuk meningkatkan kemampuan warga lokal sekitar pemboran.

Kepala Desa Gayam, Pujiono, mengaku, prihatin dengan masih minimnya upaya berbagai pihak dalam meningkatkan kapasitas tenaga kerja (naker) lokal. Akibatnya, sejak proyek Banyuurip mulai berkembang tujuh tahun terakhir ini sebagian besar masyarakat Desa Gayam hanya dapat bekerja di bidang halper pekerjaan (kosntruksi) sipil, flagman (manusia bendera), dan Satpam.

”Itu tidak akan terjadi kalau semua pihak sejak awal peduli dan tumbuh kesadaran untuk memberdayakan warga lokal,” kata Pujiono kepada SuaraBanyuurip.  

Berangkat dari keprihatinan itulah, Pujiono berinisiatif untuk lebih proaktif melakukan pelatihan-pelatihan dasar kepada warganya agar dapat memiliki daya saing dalam menangkap peluang kerja di proyek Banyuurip. Salah satunya adalah memberikan pelatihan dasar tentang perancah pipa (basic scaffolding), Sabtu (8/12/2012).

Baca Juga :   Rencanakan Blokir Pengiriman Tanki BBM

Dalam pelatihan ini, Kades Gayam mengandeng MCL untuk bersedia secara sukarela mendatangakan tenaga ahli scaffolding bersertifikat internasional. Selain itu, dirinya juga mengandeng PT. Pangastuti Excellent untuk menyedikan material scaffolding beserta instruktur pelatihan tekhnis.

”Untuk tahap awal, pelatihan ini melibatkan 20 warga. Ini akan terus kita laksanakan secara bertahap agar nantinya warga memiliki keahlihan dasar untuk melanjutkan agar memperoleh sertipikat,” tegas Pujiono menerangkan.

Karena itu, Pujiono berharap, kepada warga Gayam untuk selalu memanfaatkan kesempatan yang ada guna meningkatkan keahlian kerja, agar bisa lebih berperan dalam pelaksanaan project banyuurip.

”Sehingga  tidak hanya menjadi tenaga kasar saja. Selain itu, dengan keahlihan yang dimiliki nantinya dapat digunakan warga setelah proyek ini selesai,” harap bapak satu anak ini.

Pujiono menyampaikan terimakasih atas bantuan MCL yang mau secara sukarela (volunteering) mengadirkan Mr. Liam Steadman, ahli scaffolding dan team PGA MCL (Wawan Primatoko) sebagai penterjemah dalam proses pelatihan ini. 

”Pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan warga saat ini sebagai bekal mereka untuk terlibat di proyek Banyuurip,” pungkas pria yang juga sebagai Ketua Forum 15 Kepala Desa Banyuurip – Jambaran, Blok Cepu ini.

Baca Juga :   Keputusan Jakarta Kecewakan Rakyat Bojonegoro

Dalam pelatihan ini, Mr. Liam Steadman memberikan materi tentang pengetahuan safety (keselamatan) bekerja di ketinggian dan toeri serta praktek perakitan scaffolding yang merujuk pada British Standard (BS-1139). Sedangkan, PT. Pangastuti Excellent sebagai vendor MCL untuk Scaffolding Services dalam pelatihan ini berkontribusi membantu penyedian material scaffolding dan inspector scaffolding. (sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *