SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro-Rekomendasi Kepala Desa Kuniran, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur, Wardoyo, kepada lima orang calon tenaga Security yang sedianya ditugaskan di lokasi sumur migas Tiung Biru (TBR), Blok Gundih di desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro dikeluhkan warga desa setempat.
Warga Desa Kuniran, Ratno, mengatakan, rekomendasi Kades Kuniran yang diberikan kepada lima warga tersebut kurang adil dalam menentukan kebijakannya. Karena, diambilkan warga dukuhan yang bagian selatan. Sementara, perwakilan warga dukuhan Kuniran bagian utara tidak ada sama sekali.
“Saya nilai, Pak Wardoyo tidak bisa adil sebagai bapake orang se Kuniran. Masa jatah lima Security diberikan warga kuniran bagian selatan semua. Sementara, warga Kuniran yang wilayah utara tidak ada sama sekali. Padahal, juga banyak yang memenuhi syarat,” kata Ratno, Jum’at (28/12/2012).
Lebih parah lagi, jelas Ratno, Kades lebih memikirkan keluarganya sendiri ketimbang warga lain yang ekonominya kurang mampu yang seharusnya perlu perhatian. Padahal, desa lain diambilkan warga yang ekonominya lemah untuk dijadikan Security TBR.
“Kalau desa lain yang mendapatkan jatah security diberikan orang yang ekomominya lemah. Kenapa untuk Kuniran tidak seperti itu, apa bedanya,” terang Ratno dengan nada bertanya.
Dikonfirmasi terpisah, Kades Kuniran, Wardoyo, mengatakan, rekomendasi yang diberikan lima warga desa Kuniran sebagai calon Security itu atas dasar usulan tokoh masyarakat Desa Kuniran juga. Bukan atas pilihan sendiri.
“Untuk Desa Kuniran mendapatkan jatah Security sebanyak lima orang. Itu saya bagi dukuhan Besulu dua orang, dan tiga orang lagi dari warga dukuhan Kuniran,” ungkap Wardoyo ketika dihubingi via telepon selulernya.
Orang nomor satu di Pemerintahan Desa Kuniran itu mengakui, tudingan warganya terkait dengan keluarganya yang direkomndasi untuk terlibat jadi security TBR tersebut. “Saya akui jika keponakan saya masukan jadi calon Security TBR. Ya mungkin warga saya yang tidak setuju itu kecewa. Karena, punya calon security tapi tidak masuk,” pungkasnya.
Perlu diketahui, lima orang warga desa Kuniran yang diusulkan jadi security TBR itu merupakan bagian dari 45 tenaga Security yang diserahkan PT Metro Multi Pawerindo (MMP), perusahaan penyedia jasa pengamanan kepada warga di enam desa sekitar TBR selama tiga bulan sambil menunggu MMP memenangkan tender pengamanan dari Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP), pengelola lapangan Blok Gundih.
Dengan komposisi pembagian 20 tenaga pengamanan berasal dari warga Desa Kalisumber. Sedangkan 25 orang sisanya lagi dibagi beberapa desa yakni Purworasi, Gapluk, Kuniran, Kecamatan Purwosari, dan Desa Tambakrejo, Desa Malingmati, Kecamatan Tambakrejo. Dengan masing-masing desa mendapatkan jatah 5 orang. (sam)