SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Meski telah diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), ternyata masih banyak sekretaris Desa (Sekdes) di Kabupaten Lamongan, Jawa timur yang belum melek Informasi dan Teknologi (IT). Â Bahkan para carik itu tidak bisa mengoperasikan komputer. Akibatnya, mereka lebih memilih menggunakan mesin tik manual untuk mengerjakan administrasi desa.
Dari sekira 400 sekdes yang tersebar di 27 Kecamatan di Lamongan, sekira 25 persen yang gagap teknologi (Gaptek). Sebagian besar sekdes yang belum melek IT tersebut adalah sekdes yang berusia sekira 50 tahun.
“Sulit nyantol mas belajar komputer. Terlalu njlimet,†ujar seorang sekdes di Kecamatan Tikung yang meminta namanya tidak ditulis.
Senada juga diungkapkan Sekdes diwilayah Kembangbahu, Mantup dan Modo. Mereka mengaku tidak bisa mengoperasionalkan komputer dan melimpahkan tugas administrasi kepada perangkat desa lain yang lebih muda dan paham komputer.
Ketua Forum Komunikasi Sekretaris Desa Indonesia (Forsekdesi) Kabupaten Lamongan, Saiko, membenarkan masih banyaknya anggota Forsekdesi yang belum melek IT. Menurutnya, kondisi itu disebabkan faktor usia yang membuat para sekdes malas belajar komputer dan internet.
“Dari sekitar 400 sekdes ada sekitar 25 persen sekdes yang belum melek IT. Mereka rata-rata berusia 50 tahunan,†ungkap Saiko.
Dia menjelaskan, untuk meningkatkan sumber daya masyarakat (SDM) Sekdes, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan melalui Kantor Pemerintahan Desa telah melakukan pelatihan Program Pengolahan Adminitrasi Desa Secara Elektronik (PADE) yang diikuti oleh 100 sekdes. Rencananya kegiatan itu akan ditindaklanjuti dengan ujicoba pengolahan administrasi desa secara elektronik di 27 desa dan 12 kelurahan ditahun 2013 nanti.
“Saat pelatihan PADE hanya 100 sekdes yang diundang. Padahal di Lamongan jumlah sekdes mencapai 400 lebih, “ terang Saiko yang juga Sekdes Geger, Kecamatan Turi ini.
Karena itu, lanjut Saiko, beberapa waktu lalu dirinya telah menyampaikan kepada Bupati Lamongan, Fadeli agar kapasitas sekdes lebih ditingkatkan melalui pelatihan IT. Hasilnya, kata dia, Bupati Fadeli sangat mendukung dan berjanji memberikan pelatihan Iptek maupun pembekalan administrasi kepada sekdes yang dilakukan perkecamatan dan maksimal diikuti perwakilan sepuluh sekdes.
“Sehingga nantinya dari 10 sekdes yang telah mengikuti pelatihan tersebut diharapkan bisa menggetok tularkan kepada sekdes lainnya,†tegasnya.
Saiko menambahkan, rencananya dalam waktu dekat ini Forsekdesi akan mendatangkan instruktur khusus dari Lumajang untuk memberikan pelatihan kepada sekdes di Lamongan. (tok)