SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro – Sepertiga Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur disiapsiagakan menyusul terendamnya sejumlah wilayah akibat melupanya sungai Bengawan Solo. Para pamong praja itu akan diperbantukan untuk menangani apabila terjadi keadaan darurat.
Bupati Bojonegoro Suyoto, menyatakan, penyiapsiagaan pegawai itu dilakukan agar dapat melakukan tindak cepat dalam penanganan banjir menyusul terus meningkatnya debit air Bengawan Solo.
“Untuk penanganan kita prioritaskan warga yang bermukim di tepi bantaran bengawan,†tegas Suyoto.
Ketinggian air Bengawan Solo di pos pantau di Tepi Bengawan Solo (TBS) sampai sore tadi  menunjukan angka 14,89 dibawah permukaan laut dengan kondisi tren naik. Untuk mengantisipasi meluapnya sungai terpanjang di Pulau Jawa itu tiga pompa air diwliayah Ledok Kulon, Banjarejo dan Karangpacar, Kecamatan Bojonegoro sejak pukul 16.00 WIB kemarin sudah dihidupkan.
Dari data yang dihimpun di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, saat ini sudah ada beberapa wilayah yang sudah mempersiapkan tempat evakuasi. Dicontohkan untuk wilayah Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Bojonegoro tempat evakuasi disipakan di Balai kelurahan Banjarejo.
Sedangkan untuk wilayah Ledok Kulon lokasi pengungsian disiapkan di Gedung Serbaguna dan tempat penampungan kendaraan roda dua yang berada di Jalan Kapten Ramli. Sementara untuk titik-titik pengungsuan di kecamatan di bantaran Sungai Bengawan Solo disentralkan di kecamatan masing-masing.
“Untuk evakuasi kita fokuskan pada keselamatan jiwa. Sedangkan untuk harta benda nantinya keamanan akan bekerjasama dengan pihak keamanan baik kepolisian maupun TNI serta warga masyarakat,†sambung Sekretaris BPBD Bojonegoro, Budi Mulyono, menerangkan.
Budi juga mengungkapkan, sejak Rabu kemarin BPBD telah mendistribusikan karung berisi pasir untuk beberapa titik longsor akibat banjir bandang luapan sungai Mengkuris. Diantaranya di Desa Kadungrejo, Kecamatan Baureno, Desa Pesen, Kecamatan Kanor yang masing-masing memperoleh seribu sak. Serta Desa Bogangin dan Mengkuris, Kecamatan Sumberejo masing-masing 500 sak.
“Sore ini kita kirim lagi tambahan 5000 sak ke kecamatan kanor untuk kesiapsiagaan meluapnya bengawan solo,†tegas Budi.
Dia menambahkan, tipikal banjir diawal tahun 2013 ini berbeda dari biasanya dimana banjir terjadi diwilayah Bojonegoro ke timur. Banjir itu dipengaruhi tingginya intensitas hujan lokal. Selain itu sumbangan air dari beberapa sungai yang bermuara di Bengawan Solo menjadi salah satu penyebabnya seperti sungai Mengkuris dan Kali Kening dari wilayah Tuban. (rien)