SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Warga Dusun Sukorejo (Puduk), Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mengeluhkan melubernya air ke persawahan mereka, Rabu (2/1/2013) kemarin. Warga menduga melubernya air hujan itu dikarenakan drainase (saluran air) di akses road yang dibangun PT. Tripatra Engineers & Constructors, kontraktor engineering, procurement and construction (EPC) 1 Banyuurip, Blok Cepu, tidak mampu mengalirkan air dengan lancar.
Warga Dukuh Puduk, Desa Bonorejo, Jumangin, mengatakan, banyak lahan sawah warga sekitar akses road yang terkena luberan akibat hujan Selasa sore kemarin. Dia menduga meluapnya air ke persawahan warga itu dikarenakan saluran air di akses road tidak maksimal.
“Untungnya sawah warga yang terkena luberan air itu masih belum ada tanaman padinya. Sebab, baru selesai dibajak,” kata Jumangin ditemui dilokasi sawah yang terendam banjir, Rabu (2/1/2012).
Menurut Jumaning, meski belum ada tanaman padinya, namun dengan terendamnya sawah warga itu sudah merugikan. Sebab sawah yang selesai dibajak dan tinggal menanami padi itu kembali rusak dan harus dilakukan pembajakan lagi untuk diratakan.
“Sebelum ada proyek banjir tidak separah ini, Mas. Karena air bisa mengalir lancar tidak terhalang oleh bangunan yang ada disekitar sawah warga itu,” ungkap Jumaning.
Dia mengaku, mensayangkan pembangunan dua saluran air di akses road yang ukurannya sangat kecil. Karena jika hujan deras turun saluran air itu tidak bisa mengalirkan air secara maksimal.
“Perusahaan yang menangani proyek Banyuurip harus segera membenahinya. Agar tidak merugikan petani lebih parah nantinya,” keluhnya dengan nada berharap.
Dikonfirmasi terpisah, Comunnity Affairs PT Tripatra Engineers & Constructors, Budi Karyawan, membenarkan belum maksimalnya saluran air di akses road. Untuk memaksimalkan saluran air tersebut Tripatra akan segera melakukan pembongkaran gorong-gorong sekitar lokasi akses road dan sekitarnya yang dikeluhkan warga.
“Betul, Mas. Saya tadi malam melihat sendiri. Kita akan membuka gorong-gorong di jalan peralihan karena tampaknya gorong-gorong tersebut menjadi penyebabnya karena kurang besar,” tegas Budi Karyawan melalui pesan pendeknya, Kamis (3/1/2013).(sam)