Petani Truni Harapkan Bantuan Saprodi

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Nasib petani korban banjir di Desa Truni, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur memprihatinkan. Meski banjir telah merada, namun ratusan hektar tanaman jagung dan padi milik warga dipastikan gagal panen karena terendam air. Akibat musibah itu kerugian petani ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.  

Seperti diketahui, banjir yang melanda Desa Truni, Sabtu (5/1/2013) lalu, benar-benar meluluhlantakkan perekonomian warga setempat. Akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo itu sedikitnya 85 hektar lahan yang ditanami jagung dan 75 hektar lahan pertanian hancur dihantam banjir. Tanaman yang rata-rata berumur dua bulan itu merupakan harapan satu-satunya warga.

Sejumlah petani yang tanamannya terendam banjir mengaku, untuk membiayai tanam dan perawatan jagung maupun padi tersebut, warga telah mengeluarkan banyak biaya. Bahkan tak sedikit yang berhutang dengan harapan akan dikembalikan saat panenan nanti.

”Namun nasib berkata lain, mas. Tanaman kami habis terendam banjir sebelum dipanen,” keluh Parjo salah satu petani setempat.

Dia berharap, pemerintah memberikan bantuan sarana produksi (saprodi) seperti bibit, pupuk dan obat-obatan untuk modal bercocok tanam lagi. ”Modal kami sudah habis untuk tanam kemarin,” sergah Parjo yang diamini beberapa petani lainnya. 

Baca Juga :   Pemkab Bojonegoro Bangunkan Rumah Dinas Pegawai Kejaksaan Rp 3,2 Miliar

Sementara itu, menurut Sekretaris Desa (Sekdes) Truni, Sundoko, pemerintah desa sudah mengirimkan proposal bantuan ke Pemkab Lamongan agar petani yang lahannya terendam banjir memperoleh bantuan sarana produksi (saprodi) untuk modal bertani.           

“Tapi Pemkab sampai saat ini belum ada reaksi, Mas. Padahal bantuan itu sangat dibutuhkan warga mengingat kondisi masyarakat Truni sekarang ini benar-benar tak berdaya akibat musibah ini,”sambung Sundoko.

Selain itu, yang lebih penting bagi masyarakat Truni, lanjut Sundoko, Pemkab Lamongan harus mengupayakan pembangunan tanggul agar desa ini tidak selalu menjadi langganan banjir tahunan.

“Kalau dari solohilir sudah siap untuk membuatkan tanggul, tinggal nunggu pembebasan tanah dari Pemkab,” ucap Sundoko menerangkan.

Dia mengungkapkan, warga Truni hanya memperoleh bantuan sekali dari Bupati Lamongan, Fadeli, berupa 200 bungkus sembako yang terdiri dari 5 kg beras, 5 bungkus mie instan dan satu liter minyak goreng pada saat banjir melanda. Bantuan itu diserahkan bupati secara simbolis dikantor kecamatan tanpa turun langsung melihat kondisi banjir dilapangan. Kemudian didistribusikan satpol PP dengan dibantu tim relawan PMI.

Baca Juga :   Tripatra Sosialisasikan Safety Ditingkat Siswa SD

“Cuma satu kali saja. Setelah itu tidak ada lagi,” tegas Sundoko.

Dikonfirmasi  terpisah, Camat Babat, Jarwito, mengaku telah melaporkan kondisi dan harapan warga yang lahannya terendam banjir ke Bupati Fadeli.

”Sudah saya laporkan kepada bapaka Bupati,” ujar Jarwito singkat melalui sandek. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *