Pemuda Ring 1 Pad B Sukowati Tuntut Pekerjaan

SuaraBanyuurip.comRirin W

Bojonegoro – Sekira seratus pemuda Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabuaten Bojonegoro, Jawa Timur mendatangi lokasi pemboran migas Pad B, Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Rabu (23/1/2013). Mereka menuntut kejelasan nasibnya setelah pemutusan kontrak kerja oleh PT Natura Bina Mitra (NBM), kontraktor Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ).

Koordinator Lapangan (Korlap), Pamudji (40) mengatakan, para pemuda yang mendatangi lokasi Pad B Sumur Sukowati ini untuk mempertanyakan kejelasan kontrak mereka sejak kontrak PT NBM habis sejak awal Januari 2013 ini. Mereka adalah warga ring 1 Pad B.

“Ya saya sebagai orang lapangan merasa bertanggung jawab atas nasib mereka jika PT NBM sudah tidak menjadi kontraktor JOB P-PEJ. Lalu siapa yang menggaji nantinya?,” kata Pamudji kepada SuaraBanyuurip.

Dia mengungkapkan, pemutusan kontrak PT NBM ini diberitahukan hanya melalui pesan pendek oleh Human Resource Director (HRD) JOB P-PEJ. Dalam pesan itu juga para pekerja yang sebelumnya bekerja di NBM akan dialihkan ke kontraktor JOBP-PEJ yang baru yaitu PT Whose. Akan tetapi pemberitahuan itu tidak melalui surat resmi sehingga membuat pemuda resah.

Baca Juga :   Juara 1 MTQ Dilorot Jadi Juara 3

“Kita tidak tahu, pergantian PT NBM ke PT Whose itu kapan dilakukan. Teman-teman bagaimana? Kontrak kerjanya seperti apa? Banyak yang perlu kami ketahui, jangan main sms saja,” ungkap Pamuji jengkel.

Perwakilan pekerja sudah melayangkan surat kepada JOB P-PEJ untuk meminta kejelasan nasib ratusan pekerja jika memang PT NBM telah habis kontrak.Namun sampai sekarang belum ada jawaban.

“Kami tidak akan melakukan demo selama mereka mau bicara baik-baik. Tapi kalau tetap diam terpaksa demo, karena ini berkaitan dengan mata pencaharian orang banyak,” kata pria yang juga tokoh masyarakat Desa Ngampel ini.

Pamuji menambahkan, jumlah pekerja yang dipekerjakan PT. NMB selama ini sebanyak 100 orang yang terdiri sebagai Woseman, sweeper dan environment. Mereka bekerja selama 6 bulan.

Terpisah, Field Admint Superintendant JOB P-PEJ,Hananto Aji saat dikonfirmasi belum mengetahui persis titik permasalahan yang terjadi di lapangan.

“Saya masih perjalanan dari Solo ke Bojonegoro. Nanti saja kalau sudah di lokasi kita bicarakan baik-baik dengan warga,” katanya singkat melalui telepone selular.

Baca Juga :   Proyek TPT di Perbatasan Bojonegoro-Madiun Rp 6,2 Miliar Jadi Sorotan

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *