Investasi Migas 2013 Tembus US$ 26,2 M

SuaraBanyuurip.com - 

Jakarta –Investasi kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi (migas) diperkirakan meningkat di Tahun 2013 ini. Sesuai rencana kerja dan anggaran kontraktor kontrak kerja sama (KKS) yang disetujui Satuan Kerja Sementara Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKMIGAS)-sekarang berganti menjadi Satuan Kerja Khusus Migas-, tercatat sebesar US$ 26,2 miliar.

“Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan dengan komitmen investasi tahun 2012 lalu sebesar US$ 21,88 miliar,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik seperti yang dilansir di situs SKMigas.

Untuk tahun 2013 ini, SKMIGAS menyetujui rencana kerja dan anggaran dari 274 kontraktor yang terdiri dari 74 wilayah kerja (WK) eksploitasi dan 200 WK eksplorasi. Persetujuan anggaran untuk WK eksploitasi sebesar US$ 23,5 miliar. Rinciannya, untuk membiayai kegiatan eksplorasi sebesar US$ 2,3 miliar, pengembangan US$ 5 miliar, produksi US$ 14,7 miliar, dan administrasi umum sebanyak US$ 1,5 miliar.

Tercatat rencana pengeboran di WK eksploitasi sebanyak 1.177 sumur pengembangan, 1.094 sumur kerja ulang (work over), dan 99 sumur eksplorasi.

Baca Juga :   Regional Indonesia Timur Capai Produksi Minyak 2022 di Atas Target

Sedangkan untuk anggaran di WK eksplorasi sebesar US$ 2,7 miliar. Dana tersebut akan dipergunakan untuk melakukan pengeboran sebanyak 75 sumur eksplorasi migas konvensional dan 82 sumur eksplorasi gas metana batubara (coal bed methane/CBM).

Sebagai informasi, investasi di WK eksplorasi merupakan biaya yang masih menjadi beban kontraktor sampai kegiatan eksplorasi tersebut dapat dikembangkan untuk diproduksikan secara komersial.

“Kami meminta kontraktor KKS segera melaksanakan rencana kerja yang telah disetujui, sehingga target produksi dan penerimaan negara dapat tercapai,” pesan Jero.

Dia meminta, agar kontraktor mengutamakan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) dan pemanfaatan tenaga kerja nasional. Sehingga investasi yang dibelanjakan di dalam negeri pada akhirnya dapat memberikan efek berganda bagi perekonomian nasional.

“Sekaligus menunjukkan keberpihakan kepada pengusaha nasional,” tegas mantan Menteri Pariwisata dan Kebudayaan ini.

Di sisi lain, menurut Jero, pemanfaatan tenaga kerja nasional akan membuka lapangan kerja. Jero mengungkapkan, tahun ini, diperkirakan terdapat tambahan tenaga kerja nasional sekitar 3.700 orang sebagai pekerja langsung di kontraktor KKS. Jumlah penambahan tenaga kerja akan lebih banyak bila memperhitungkan tenaga kontrak yang diperkirakan sebanyak 3.000 orang.

Baca Juga :   Blora Dipastikan dapat PI ADK

“Terlepas dari semua itu, kontraktor harus efisien dalam berinvestasi. Jangan boros. Lakukan berbagai terobosan di lapangan,” tutur Jero.(SKMIGAS)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *