Jumlah Naker Proyek Blok Cepu Berkurang

SuaraBanyuurip.comRirin W

Bojonegoro – Di tahun 2013 ini, jumlah tenaga kerja (naker) diproyek engineering, procurement, and constructions (EPC) 1 Lapangan Banyuurip, Blok Cepu mengalami fluktuasi signifikan seiring berkurangnya proyek yang dikerjakan. Dari sejumlah 3100 naker per Desember 2012 lalu, saat ini turun menjadi sekira 2800 orang.

Ribuan naker tersebut bekerja diberbagai bidang di subkontraktor Tripatra mulai unskill, semi skill dan skill. Namun sebagian besar adalah unskill.

Community Affairs Manager PT Tripatra Engineer & Construction, Kontraktor EPC-1 Banyuurip, Budi Karyawan, mengatakan, penurunan tersebut dikarenakan beberapa sub kontraktor yang terlibat diproyek EPC-1 Banyuurip sudah menyelesaikan pekerjaannya. Sesuai kontraknya pekerjaan itu telah berakhir pada Januari 2013 lalu.

“Mereka telah menyelesaikan pekerjaan masing-masing. Sesuai kontraknya ada yang tiga bulan atau lima bulan saja,” ujar Budi Karyawan.

Budi menyampaikan, para pekerja tersebut memiliki perjanjian kontrak waktu tertentu (PKWT) dari masing-masing perusahaan yang menjadi sub kontraktor Tripatra.  Artinya mereka memiliki masa kerja yang sudah ditentukan sebelumnya.

Baca Juga :   Dewan Nilai Kinerja Tim Konten Lokal Mandul

“Sehingga ketika kontrak kerjanya sudah selesai ya dilepaskan. Dan itu bukan pemecatan karena sudah sesuai prosedur,” tegas Budi.

Pria kelahiran Blitar ini menerangkan, jika banyaknya pekerja yang menganggur akibat habis masa kontrak ini telah diupayakan agar mereka bisa ditampung kembali pada pekerjaan atau sub kontraktor berikutnya. Namun meskipun begitu, dari jumlah tersebut tidak semua bisa diserap karena tahapan pekerjaan berikutnya akan lebih mengutamakan skill atau keahlian khusus.

“Tahap berikutnya dibutuhkan tenaga skill yang berpengalaman serta sertifikasi khusus karena menyangkut teknologi tinggi,” ungkap Budi.

Dia menambahkan, Tripatra akan tetap berupaya mengoptimalkan naker lokal agar tetap terlibat dalam proyek ini. Tetapi perlu disadari masyarakat, bahwa proyek di EPC-1 Banyuurip pada tahapan berikutnya sangat berbeda dibanding sebelumnya karena benar-benar membutuhkan keahlian khusus dan tenaga berpengalaman.

“Jika tidak, akan berpengaruh pada produktifitas,mutu atau kualitas serta keselamatan,sementara itu kita dituntut waktu dan hasil sesuai standart yang tinggi,” tandasnya.

Seperti diketahui pada puncak  konstruksi nanti, sekitar pertengahan tahun ini EPC-1 akan menyerap tenaga kerja tidak kurang dari 4000 orang baik skill maupun unskill.

Baca Juga :   DBH Migas Bojonegoro Nyantol Rp170 M

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sosial (Disnakertranos) Kabupaten Bojonegoro, Iskandar, membenarkan adanya pengurangan jumlag naker yang terlibat di proyek Banyuurip.

“Kami sudah mengetahuinya. Yang pasti dari Pemkab akan mendata tenaga kerja tersebut untuk mendapatkan pekerjaan lainnya agar tidak menganggur begitu saja,” sergah Iskandar.  (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *