SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro – PT. Bojonegoro Bangun Sarana, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro kembali menggelar sosialisasi rencana pembangunan pabrik pengolahan gas flare di Balai Desa Campurejo, Kecamatan Kota Bojonegoro, Rabu (13/2/2013). Sosialisasi yang kesekian kali itu karena  Masyarakat Desa Campurejo, ring 1 proyek gas flare mengaku belum puas dengan hasil sosialisasi sebelumnya.
Salah satu warga Desa Campurejo, Mohammad Ali (25), mengatakan, pemuda setempat dan pengusaha lokal masih belum dilibatkan secara langsung baik itu sebagai tenaga kerja keterlibatan dalam proyek pembangunan pabrik gas flare yang berada di Dusun Plosolanang.
“Kami menuntut BBS dan mitra kerjanya mensosialisasikan kegiatan di desa kami yang sudah berlangsung selama ini secara transparan dan terbuka dihadapan seluruh warga. Bukan ditempat yang mereka tentukan dengan undangan tertentu,†kata Ali.
Dikonfirmasi terpisah, Direktur Utama PT BBS, Deddy Afidick, berharap musyawarah yang berlangsung malam ini mencapai mufakat.
“Ya dilihat saja bagaimana jalannya acara nanti (malam ini),†jawab Deddy singkat.
Sementara itu, Direktur Utama PT Unggul Setia Persada (USP), Yudha Alamzhah, selaku Sub Kontraktor PT BBS dalam pengerjaan proyek pabrik gas, mengatakan, selama ini tidak pernah terjadi konflik di masyarakat Campurejo. Hanya saja yang terjadi selama ini berkaitan dengan rasa puas dan tidak puas saja.
“ Jika ada yang merasa belum ikut terlibat di proyek sini, silahkan datang ke kantor kami. Disini, PT USP berdiri juga karena partisipasi dari pemuda lokal Campurejo,†tegas Yudha saat ditemui dikantornya di Dukuh Mlaten, Desa Campurejo, Kecamatan Kota Bojonegoro.
Dia menyatakan, hampir 70 persen yang bergabung diperusahaannya adalah warga lokal dari Desa Campurejo. Selebihnya dari Desa Sambiroto, dan Desa Ngampel. Karena itu, jika ada yang merasa tidak puas atau iri sehingga menimbulkan kesalah fahaman itu salah, sebab hal ini berbicara pada bisnis to bisnis yang bersifat kompetisi.
“Bisa dilihat data yang ada di perusahaan kami bahwa hampir semua karyawan berasal dari lokal desa sini. Karena sejak awal kami terbuka dengan siapa saja yang mau bergabung dengan kami,dan,†imbuh mantan Humas Mobil Cepu Limited (MCL), operator Blok Cepu ini. (rien)