Satpol PP Geram Tim Konten Lokal Tidak Tegas

SuaraBanyuurip.comRirin W

Bojonegoro –Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bojonegoro merasa geram dengan sikap Tim Optimalisasi Kandungan Lokal Bojonegoro yang tidak tegas dalam memberikan sanksi kepada kontraktor kontrak kerja sama (K3S) Migas yang melakukan pelanggaran.

“Saya mau mengkritisi Tim Konten Lokal ini yang mengadakan rapat evaluasi, apakah hanya seperti ini saja? Mendengarkan progress report dan menerima laporan mereka secara tertulis tanpa ada sikap tegas ketika ada pelanggaran,” tegas Kepala Satpol PP Bojonegoro, Kamidin saat rapat bersama rapat evaluasi bersama K3S dan anggota Tim Konten Lokal di ruang Meliwis Putih lantai II Pemkab setempat, Rabu (20/2/2013).

K3S yang hadir dalam rapat rutin itu diantaranya Mobil Cepu Limited (MCL), Operator Migas Blok Cepu, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ), operator Blok Tuban, dan Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP), operator Blok Gundih beserta kontraktornya.

Kamidin mengungkapkan, di proyek Blok Cepu yang di operatori MCL masih banyak masalah dan perlu penyelesaian. Dicontohkan, untuk proyek Engineering, Procurement and Constructions (EPC) 2 yang dikerjakan PT Inti Karya Persada Tekhnik (IKPT) yang memanfaatkan lahan di Jalan Veteran, Kecamatan Bojonegoro, untuk tempat penampungan pipa. Ditempat tersebut banyak kendaraan proyek keluar masuk lokasi penampungan dan  melintas jalan raya dan meninggalkan banyak lumpur.

Baca Juga :   EMCL dan Tropis Serah Terimakan Program Peningkatan Metode Pembelajaran bagi Sekolah Informal di Bojonegoro

“Ini kan sangat berbahaya, bahkan jalan yang dilewati kendaraan-kendaraan besar tersebut masih dalam masa pemeliharaan oleh dinas Pekerjaan Umum,’ tandasnya.

Karena itu, Kamidin meminta, agar tidak timbul perselisihan dan saling menyalahkan kondisi jalan yang sering dilewati kendaraan proyek dikemudian hari segera ada tindak lanjut baik dari operator maupun kontraktor.

“Saya minta harus ada yang bertanggung jawab mengenai hal ini,” sergahnya.

Tidak itu saja, Kamidin juga sangat menyayangkan sikap Badan Perijinan yang terkesan garang di proyek Blok Cepu, namun memble di lapangan migas lainnya. Itu terbukti dari masalah sekecil apapun di Blok Cepu selalu diperhatikan, namun lapangan lain luput dari perhatian.

“Jangan karena yang lain minyaknya sedikit kurang diperhatikan. Operasi sudah jalan ternyata ijinnya ada yang baru proses bahkan ada yang waktunya sangat lama sekali tidak segera diselesaikan. Masa Betching Plan di EPC 1 terus yang ditekan harus mengurus ijin, yang lain mana? Pertamina EP ijinnya belum selesai, pengerjaan pipa di JOB P-PEJ sudah selesai malah ijinnya baru proses dengan alasan dikejar target,” ungkap Kamidin jengkel.

Baca Juga :   JOB PPEJ Tak Yakin Akibat Limbah

Dia mendesak, agar Tim Optimalisasi bersikap tegas dengan apa yang ada di proyek migas. Tidak hanya di MCL, tapi semua yang beroperasi di Bojonegoro. Sehingga ketika diadakan rapat evaluasi menghasilkan jalan keluar terkait semua permasalahan tersebut.

“ Kemarin sidak (inspeksi mendadak) di Blok Cepu juga sampai sekarang tidak ada tindak lanjutnya. Lalu buat apa Sidak itu?,” pungkas Kamidin. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *