SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Konsorsium PT. Inti Karya Persada Teknik (IKPT) – PT. Kelsri, kontraktor engineering, procurement and Construction (EPC)-2 Banyuurip direncanakan membangun jalan sementara Kalitidu-Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Pembangunan jalan darurat diwilayah Desa Jampet – Jelu, Kecamatan Ngasem itu akan digunakan mobilisasi pipanisasi Blok Cepu.
Informasi yang diperoleh dilapangan, pembangunan jembatan darurat (sementara) bertujuan untuk menghindari kemcatan di jalur Kalitidu-Ngasem. Karena, jalan pekerjaan umum (PU) sepanjang kurang lebih 50 meter itu bakal digunakan merangkai jembatan besi sementara yang menghubungkan antara Desa Jampet ke Desa Jelu.
Sebab jembatan yang ada sekarang ini diperkirakan tidak mampu menahan beban alat berat jika dilewati. Sehingga diperlukan membuat jembatan sementara agar pendistribusian pipa menggunakan alat berat nantinya tidak merusak jembatan yang ada.
Sekretaris  Desa Jelu, Yisno, mengatakan, pembangun jalan darurat itu akan menggunakan lahan warga Desa Jampet dengan sistim sewa oleh IKPT. Lahan itu akan disewa untuk dijadikan jalan darurat selama perangkaian jembatan sementara berlangsung.
“Jalan sementara itu sekarang ini sudah diurug pedel. Panjangnya sekira 50 meter x 5 meter. Untuk sewa lahannya selama kurang lebih tiga bulan,” kata Yisno ditemui dilokasi pengerjaan jalan sementara, Rabu (20/2/2013).
Pembuatan Jembatan sementara itu, jelas Yisno, karena jembatan yang ada sekarang ini diperediksi tidak kuat jika dilewati alat berat pengangkut pipa. Meski begitu bukan berarti harus membongkar dan membangun jembatan yang sudah ada. Melainkan jembatan yang ada itu ditumpuk lagi dengan jembatan besi agar kuat dilewati alat berat pengangkut pipa tersebut.
“Informasinya, jembatan besi yang akan digunakan itu nyewa dari Sipur Malang, Mas. Tapi benar dan tidaknya saya kurang tau pasti,” ungkap Yisno.
Hubungan masyarakat (Humas) PT IKPT, Soenarto, membenarkan jika jalan sementara itu yang membuat adalah IKPT. “Untuk digunakan apanya temui saya besuk di Gayam sekira jam 09.00 WIB pagi biar jelas,” jelas Soenarto melalui pesan pendek, Rabu (20/2/2013). (sam)