Warga Terbantu dengan Transportasi Sementara

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Warga Dusun Kaliglonggong – Temlokorejo, Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mengaku terbantu dengan adanya program transportasi sementara yang dilaksanakan Mobil Cepu Ltd (MCL), operator Migas Blok Cepu. Karena selain melayani warga yang ingin ke sawah ladang, sarana transportasi sementara itu juga dimanfaatkan mereka untuk menjangkau dua dusun tersebut.

Ada 50 kepala keluarga (KK) di Dusun Temlokorejo dan 2 KK di Dusun Kaliglonggong yang memanfaatkan sarana tranporstasi sementara. Sarana transporasti sementara ini disediakan operator sampai pembangunan jalan alternatif sebagai ganti jalan warga yang terkena proyek engineering, procurement and constructions (EPC) -1 Banyuurip selesai dibangun.

Dalam program ini, MCL bekerjasama Lembaga Informasi dan Komunikasi Masyarakat Banyuurip Bangkit (LIMA 2 B) menyediakan beberapa sarana transportasi. Yakni satu mobil L 300, dua TSS, dua Motor biasa dan dua motor Kaisar roda tiga tersebut. Armada ini setiap hari standbey di pos mulai pagi sampai sore yang berada di dua dusun untuk membantu kelancaran aktifitas warga.

Baca Juga :   Kades Deling Non Aktif Divonis 3 Tahun 6 Bulan, PH Terdakwa: Sebaiknya Ajukan Banding

Warga RT/RW 35/07, Dukuh Temlokorejo, Dasmin, mengatakan, dengan adanya program transportasi sementara itu setidaknya dapat meringankan beban warga sekitar. Selain untuk mengantarkan warga yang ingin pergi kepasar, juga untuk mengangkut hasil panen.

“Alhamdulillah saya juga ikut menggunakan mobil program tranportasi untuk saya gunakan ngangkut panen padi dari sawah saya bawa pulang, Mas,” kata Dasmin Minggu (03/03/2013).

Ketua tim pelaksana program (Timlak), Saifudin, mengatakan, program transportasi sementara yang digulirkan MCL kepada warga Dukuh Kaliglonggong-Temlokorejo sangat membantu warga. Karena, selain dapat digunakan untuk mengantarkan warga, kendaraan transportasi itu juga dapat dimanfaatkan untuk mengangkut hasil pertanian.

“Program tranportasi sementara ini sangat bermanfaat bagi warga, Mas. Setidaknya bisa meringankan beban warga di dua dukuhan itu,” ungkap Saifudin ketika ditemui dikediamannya di Dukuh Temlokorejo, Minggu (03/03/2013).

Karena itu, dia berharap, agar program yang dimulai sejak Agustus 2011 silam ini terus berkesinambungan, meskipun masa program tersebut sudah habis nantinya.

“Apalagi saat musim panen seperti ini warga sangat membutuhkan sarana transportasi,” pungkas tokoh masyarakat Desa Gayam ini.(sam)

Baca Juga :   Harga Tembakau Daun Basah Jawa di Bojonegoro Mencapai Rp 4.000


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *