SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Aksi penculikan terhadap gadis muda mulai merambah wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Aksi kawanan penculik dengan menggunakan Mobil Angkutan Umum (MPU) ini menimpa, Vivin Nuraini (18), asal Dukuh Kiring, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Tuban, Selasa (5/3/2013).
Diduga kuat para korban dari kawanan ini dijual kepada penadah, untuk selanjutnya dipaksa menjadi perempuan penghibur. Selain itu sangat mungkin pula korban penculikan ini akan dikirim ke luar negeri sebagai tenaga kerja illegal.
Ihwal penculikan yang menimpa Vivin bermula, ketika dia akan berangkat ke tempatnya menimba ilmu pondok pesantren dan Madrasah Aliyah Al Jihad yang berada di Desa Banjarwati, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Pada Senin (4/2/2013) pukul 10.00 WIB pagi. Saat itu, dia dengan diantar bapaknya, Mustain (53), menumpang angkutan umum jurusan Tuban-Paciran di pertigaan Desa Kradenan, Kecamatan Palang, Tuban.
Seperti biasa, Vivin dan beberapa penumpang lain turun saat berada di Desa Blimbing, Kecamatan Brondong, Lamongan. Disini korban kemudian menaiki satu angkutan umum dengan plat kuning untuk bisa sampai ke pondok tempat dia belajar.
“Dari Blimbing, saya naik lagi angkutan umum untuk bisa sampai ke pondok,” kata Vivin saat ditemui SuaraBanyuurip.com di rumahnya, Selasa (5/3/2013).
Siswi Kelas 3 MA Al Jihad ini mulai curiga dan panik, saat dia tidak diturunkan oleh kenek dan sopir sesuai permintaan. Bahkan, mereka menutup semua jendela mobil hingga terhalang dari pandangan luar.
“Saya menangis, kemudian saat di hutan diturunkan dari mobil. Lalu dipaksa masuk mobil jeep hitam yang sudah menunggu,” tambahnya sambil menangis.
Di dalam Jeep, telah menunggu dua orang pria, dan seorang wanita. Seorang pria menggunakan topi dan jaket hitam. Sedang wanita dengan rambut lurus rebonding mengenakan kaos dan celana ketat.
Dengan mobil ini, dia dibawa berputar-putar hingga sampai malam. Meski dia terus menangis dan minta turun, para pelaku ini tidak menggubris, bahkan beberapa kali menghardiknya. Serta tidak menyebutkan keberadaan mereka.
“Orang-orangnya beberapa kali nelpon, dan membicarakan masalah uang saat berbicara,” tambahnya mengingat kejadian yang menimpanya.
Karena lelah, dia kemudian tertidur dalam mobil jeep itu. Tapi saat bangun sekitar jam 03.30 WIB pagi tadi, dia mendapati kedua orang lelaki sedang tidak berada di dalam mobil. Korban kemudian memaksa ke luar dari mobil dengan bantuan dari perempuan yang berada di sampingnya.
“Setelah saya bisa ke luar, saya kemudian lari ke pinggir jalan raya. Saya lupa tepatnya dimana, yang jelas dekat sawah,” tambahnya.
Usai berada dipinggir jalan raya, dia yang masih kebingungan langsung menumpang mobil angkutan dari Paciran untuk bisa ke Tuban. Sesampai di Desa Kradenan, dia kemudian turun dan meminta bantuan salah seorang warga untuk bisa sampai ke rumah.
Rencanya, hari ini pihak keluarga akan melaporkan kejadian kepada petugas kepolisian. Lainnya, korban sudah berada di rumah setelah diantar seseorang yang merasa kasihan melihat korban.
“Saya akan laporkan kejadian ini ke polisi,” timpal orangtua korban, Mustain. (edp)