Fadeli Pembina K3 Terbaik Jatim

Fadeli-K3-Lmg

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Bupati Lamongan, Fadeli, menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, sebagai pembina terbaik Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), di gedung negara Grahadi, Surabaya.  

Sementara itu perusahaan di Lamongan yang tahun ini menerima penghargaan Zero Accident (nihil kecelakaan kerja) ada 14. Tahun lalu baru 10 perusahaan yang mendapat penghargaan tahunan ini.

Menurut Kabag Humas dan Infokom Pemkab Lamongan, Mohammad Zamroni, penghargaan itu diberikan kepada Bupati Fadeli karena dinilai telah berhasil membina K3 di Lamongan sehingga 14 perusahaan dinyatakan nihil kecelakaan kerja.

Fadeli seusai menerima penghargaan tersebut berharap penghargaan yang diraihnya bisa meningkatkan motivasi Pemkab Lamongan bersama semua jajaran, masyarakat dan perusahaan untuk meningkatkan pembinaan dan pelaksanaan K3.

“Semoga penghargaan ini juga bisa memotivasi semua pengusaha, tenaga kerja dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam pelaksanaan K3 dalam setiap kegiatan usahanya,“ kata Fadeli.

Terhadap meningkatnya jumlah perusahaan di Lamongan yang menerima penghargaan Zero Accident, Fadeli menyebut itu menunjukkan kegiatan usaha di Lamongan, meski berkembang sangat pesat, tetap mengedepankan kepentingan pekerjanya. Baik dari sisi keselamatan selama menjalankan kerja maupun kesehatannya.

Baca Juga :   Selama PPKM, Pengajuan Perceraian di PA Bojonegoro Menurun

Iklim investasi di Lamongan sendiri terbantu dengan sudah terpusatnya perijinan dalam sistem satu atap di SKPD Badan Penanaman Modal dan Perijinan. Pelayanan perijinan di SKPD ini beberapa waktu lalu juga mengantarkan Lamongan meraih Investment Award dari Gubernur Jatim.

Tumbuhnya investasi di Lamongan berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat yang tercermin dari terus naiknya Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Angka IPM ini jamak digunakan, termasuk oleh PBB untuk mengukur tingkat kesejahteraan suatu wilayah karena mencakup indeks kesehatan, pendidikan dan indeks daya beli masyarakat.

Tahun 2010, IPM Lamongan masih berada di angka 69,93. Naik menjadi 70,13 di tahun 2011 dan kembali naik menjadi 70,76 di tahun 2012. Pemkab Lamongan juga sukses menaikkan pendapatan perkapita Rp10,7 juta di tahun 2011 menjadi Rp12.840.833 di tahun 2012.

Diantara  14 perusahaan penerima Zero Accident itu adalah RS Nasrul Ummah, PD BPD Bank Daerah Lamongan, RS Ibu dan Anak Fatimah, RS Muhammadiyah dan MPS Tani Mulyo Lamongan. Kemudian Petrokimia Instalasi Babat, SPBE PT Catur Mitra Sukodadi, MPS Mina Tani Brondong serta PT Omya Paciran dan WBL bersama Tanjung Kodok Beach Resort. (tok)

Baca Juga :   Kontak Kasus Positif, 5 Warga Bojonegoro Kota Tertular Corona

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *