DT Tanpa Penutup Terpal Resahkan Pengguna Jalan

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Dump Truck (DT) pengangkut batu kapur tanpa penutup terpal di wilayah Tuban, Jawa Timur dikeluhkan pengguna jalan. Disamping menimbulkan polusi debu, juga mengganggu pandangan pengendara yang berada dibelakang DT.

DT bermuatan batu kapur tanpa penutup terpal itu banyak dijumpai di kawasan jalan raya penghubung Kabupaten Tuban – Bojonegoro, tepatnya di Kecamatan Plumpang, Kecamatan Rengel dan Kecamatan Soko. Karena dikawasan ini merupakan kawasan pegunungan dimana DT itu mengambil batu kapur.

“Kalau musim kemarau kondisinya lebih parah lagi. Debu dari muatan itu berterbangan mengenai mata hingga perih,” terang Wacik (29), salah satu warga yang ditemui dikawasan Jalan raya Soko, Kecamatan Soko, Tuban.

Selain itu, warga dan pengendara dikawasan setempat juga khawatir muatan yang diangkut DT tercecer dijalan raya. Karena selain batu kapur halus, tak jarang DT juga memuat batu kapur kasar yang besarnya melebihi kepala manusia. Sehingga dikhawatirkan apabila muatan ini sampai terjatuh, sangat rawan dan dapat mengenai kendaraan lain.

Baca Juga :   Satpol PP Segera Turunkan Spanduk Lebaran

“Yang kasar itu kan batu besar mas. Kalau sampai kena kepala bagaimana?. Kalau kendaraannya lebih besar tidak bahaya, tapi kalau sepeda motor atau mobil pribadi kan bahaya juga,” sambung Abik (24), salah satu pemuda yang ada di Kecamatan Plumpang, Tuban.

Untuk itu warga maupun pengendara minta agar DT yang memuat batu kapur itu menutup baknya dengan terpal agar mengurangi bahaya dijalanan. Serta menghindari kemarahan dari pengguna jalan lain.

“Tolong ditutup, kalau gak gitu ya ada pihakterkait  yang memberi peringatan mas. Jangan sampai ada protes keras dari warga,” tambah Abik.

Pantauan dilokasi sekitar tambang, di wilayah Kecamatan Soko, Kecamatan Rengel, dan Kecamatan Plumpang, setiap harinya ada puluhan DT pengangkut tanpa terpal. Mereka mengambil batu kapur diareal tambang untuk dijual kembali kepada pembeli untuk pengurukan. Beberapa gang atau jalan desa diareal tambang sudah memasang papan larangan agar DT tersebut tidak sampai masuk kepemukiman warga.(edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   0,3 Ha Padi Mati Akibat Semburan Lumpur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *