Menikmati Kicau Burung di Pasar Sawo

SuaraBanyuurip.com - 

Pasar burung di Jalan Sawo, Kelurahan Babat, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menyediakan berbagai jenis burung peliharaan. Selain itu harga yang ditawarkan cukup murah. 

Kicau burung terdengar saling bersahut-sahutan begitu kaki Kita melangkah di Pasar Burung Sawo. Suaranya riuh seakan menyambut siapapun  yang datang. Kicau itu berasal dari beragam jenis burung di dalam ratusan sangkar yang dicantolkan diatas teras jejeran kios. Tampak juga sangkar berbentuk persegi panjang berisi burung hias dipajang begitu saja di lantai paving.

Di Pasar Burung Sawo ini ada 11 kios penjual burung. Para penjual burung sebagian besar adalah penghobi burung. Meski lokasi pasar burung ini tak begitu luas dan berada dijalur sepi, namun sudah cukup familiar bagi penghobi burung peliharaan.

Banyak pembeli maupun pencita burung dari dalam maupun luar wilayah Lamongan yang datang ke pasar burung ini. Seperti dari Kabupaten Malang, Bojonegoro, Surabaya dan Jakarta. Banyaknya pembeli dari luar daerah dikarenakan pasar burung tersebut menyediakan beraneka jenis burung dengan harga yang murah.

“Sebelum berjualan disini, saya suka koleksi burung. Kalau ada yang mau beli langsung datang kerumah saya,” kata salah seorang penjual burung di Pasar Burung Sawo, Munir, Selasa (2/4/2013).

“Dibanding pasar burung lain, koleksi burung disini relatif lengkap. Harganya juga murah,” lanjut dia menerangkan.

Jenis burung di Pasar Burung Sawo yang banyak digandrungi penghobi burung diantaranya Kacer, Trutukan, Rea-reo, Jalak Oret, Kenari Labet, Sikatan, Mayar, Ciblek, Perci Malang,  Kaco-kaco hingga burung hias. Harga burung-burung itu bervariatif mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah.

Baca Juga :   Tetap Bertahan Ditengah Gerusan Zaman

“Harganya tergantung jenis burung dan keunikannya mas,” sergah lelaki bujang yang sudah empat tahun berjualan burung di Pasar Burung Sawo ini.

Untuk harga burung termurah yaitu jenis burung Kaco-kaco Sumatera yaitu Rp50 ribu. Sedang jenis burung berharga mahal yaitu Jalak Uret dan Cucak hijau.

“Untuk jalak uret harganya Rp 1 juta – Rp8,5 juta. Namun yang paling mahal yaitu burung cecak hijau kisaran antara Rp5 juta- Rp10 juta. Bahkan bisa tembus Rp80 juta,” aku Munir.

Mahalnya burung cecak hijau tersebut selain karena warna bulunya yang indah, kicauannya juga merdu. “Semakin merdu kicaunya harganya semakin mahal. Apalagi jika burung tersebut sudah sering menjadi juara kontes perlombaan,” ucap dia menerangkan.

Untuk jenis burung lain harganya lebih murah dibandingkan dengan pasar burung lainnya. Seperti burung Kenari harganya Rp350 ribu, burung Kacer Rp500 ribu, Rea-reo Rp250 ribu, Parkit Rp100 ribu dan Mata merah Rp250 ribu.

Murahnya harga burung di Pasar Burung Sawo diakui Warsito, pembeli asal Desa Simorejo, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro. Dirinya rela jauh-jauh datang ke Pasar Burung Sawo demi mendapatkan ‘buruan’ dengan harga murah.

“Dibanding pasar burung di Bojonegoro, harga disini lebih murah. Kesehatan burungnya juga terjaga,” sambung Warno.

Baca Juga :   Sempat Dilarang Berangkat Hingga Mimpi dapat Emas

Senada juga dilontarkan Joko, yang mengantar anaknya membeli Burung Parkit. Seekor burung parkit didapatkan dengan harga Rp90 ribu. Padahal dipasar burung lain harganya masih sekitar Rp110 ribu.

Para penjual burung di Pasar Burung Sawo memiliki resep sederhana agar burung jualannya tetap kesit dan tidak terserang penyakit. Diantaranya  selalu memperhatikan kebersihan kandang. Untuk minumnya  diberi air matang. Setiap pagi burung-burung juga dijemur.

“Dari rumah selalu bawa air matang. Kalau dikasih minum air kran atau air isi ulang burungnya cepat gopok (lemah),” timpal Sueb, salah satu penjual burung hias.

Disetiap Minggu sore di pasar burung ini rutin diselenggarakan lomba burung. Kegiatan ini cukup efektif sebagai ajang promosi Pasar Burung Sawo. Para peserta kontes kemerduan burung tersebut kebanyakan dari luar daerah.

Hadiah yang diberikan relatif kecil. Juara I mendapat uang Rp70 ribu, juara II Rp 40 ribu dan juara III Rp30 ribu. Namun hadiah bukan prioritas bagi peserta. Jika burung mereka menjadi juara maka secara otomatis dapat mengatrol harga burung milik mereka.

“Lomba kicau burung itu  salah satu sarana mengangkat pasar burung ini hingga dikenal luas. Alhamdullillah, jualan saya masih laris,seharinya bisa untung Rp150 ribu-Rp300 ribu,” ungkap Jono pedagang burung lain. 

Dihari-hari biasa, Jono mampu meraup keuntungan Rp150 ribu-Rp200 ribu. Namun saat hari minggu keuntungannya bisa mencapai 2-3 kali lipat.(totok martono)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *