SuaraBanyuurip.com – Eky Nurhadi
Bojonegoro – Sebanyak 200 siswa-siswi pilihan yang tergabung dalam “Komunitas Kebangsaan” dari SMA dan SMK disejumlah kabupaten di Jawa Timur mengunjungi proyek Minyak dan Gas Bumi (Migas) di Sumur Sukowati Pad A di Desa Campurejo Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, yang dikelola Joint Operating Body-Pertamina PetroChina East Java (JOB-PPEJ), Sabtu, (06/4/13).
Ratusan pelajar itu berasal dari 8 kabupaten di Jawa Timur. Yakni Kabupaten Jombang, Mojokerto, Tuban, Lamongan, Bojonegoro, Kediri, Malang dan Sidoarjo.
“Anak-anak ini kita ambil dari organisasi siswa intra kampus. Kita pengen mengenalkan anak-anak tentang Migas, baik pengambilannya dan pengolahannya,” kata Koordinator Komunitas Kebangsaan, Suharno.
Dari pantauan suarabanyuurip.com, ratusan siswa-siswa itu tampak semangat dan serius mengikuti materi pengenalan tentang minyak. Selain diberi materi cara pengambilan minyak dari dalam tanah, siswa-siswi dari berbagai sekolah itu juga dikenalkan tentang bahaya-bahaya dari kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas.
Bagian Operasi dan Produksi Pad A JOB-PPEJ, Tiesna, mengatakan, para siswa langsung diizinkan masuk ke lokasi pengeboran dan dikenalkan jenis alat-alat yang digunakan di proyek tersebut.
“Saya sangat senang mereka mau berkunjung dan belajar migas disini. Semoga kedepan anak-anak khususnya Bojonegoro, mampu meneruskan dan memimpin proyek Migas didaerahnya,” harap Tiesna usai memimpin pengenalan di proyek JOB-PPEJ.
Kunjungan ratusan siswa-siswi ke proyek pengeboran ini dikawal ketat aparat dari Polres Bojonegoro. Sebab dalam kunjungannya mereka menggunakan empat Bus Pariwisata.
Usai mengunjungi Proyek migas Blok Tuban, rombongan pelajar melanjutkan kunjungannya kelokasi pemboran migas Blok Cepu yang dikelola Mobil Cepu Limited (MCL). Sebelum bertolak ke mega proyek MCL, ratusan siswa-siswi diberikan materi migas Public and Government Manager MCL, Rexy Mawardijaya.
“Migas di Bojonegoro sewaktu-waktu akan habis. Jadi, mari kita manfaatkan sumber daya alam ini sebaik-baiknya,” sambung Rexy dihadapan peserta di Gedung Bakorwil Bojonegoro.
Rexy mengaku senang melihat anak-anak berprestasi datang ke Bojonegoro dan mau belajar tentang Migas. “Yang terpenting juga belajar bahasa inggris yang rajin. Karena bahasa inggris diperlukan dalam berkomunikasi di Migas,” pesannya. (had)