SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Masyarakat Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur meminta kepada operator sumur minyak Banyuurip, Blok Cepu, Mobil Cepu Ltd (MCL) untuk membangun jalan di wilayah setempat yang kondisinya sudah mulai rusak.
Jalan yang kerusakannya paah tersebut diantaranya, mulai dari Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu hingga wilayah Desa Gayam. Kondisi jalan menuju lokasi sumur minyak Banyuurip tersebut, sudah mulai berlobang di sana sini.
Ketua Rukun Tetangga (RT) 04, Desa Gayam, Sa’I’m, mengatakan, warga sudah memahami kondisi dan program yang sudah diberikan MCL kepada desa sekitar. Lepas diakui atau tidak, kondisi peningkatan kesejahteraan yang diterima masyarakat sudah bisa dirasakan.
Namun demikian, perhatian MCL kepada warga desa sekitar harus lebih lagi ditingkatkan. Salah satunya adalah memperhatikan jalan poros kecamatan maupun desa yang kondisinya sudah mulai rusak tersebut.
“Saya harap MCL memperhatikan jalan mulai desa Sumengko hingga Gayam yang rusak itu dibangun lagi,” ungkap Sa’I’m disela acara sosialisasi tajak sumur pengembangan lapangan Banyuurip di desa Gayam.
Program pembangunan, kata Sa’I’m, tidak hanya di pembangunan infrastruktur jalan saja. Namun, juga mengarah pada keagamaan. Semisal, memberikan bantuan sarana ibadah seperti Masjid dan Musholla.
“Membantu pembangunan sarana peribadatan itu perlu dilakukan. Karena, semenjak MCL mengoperatori sumur minyak Banyuurip belum pernah memberikan bantuan pembagunan yang ada di Gayam,” jelasnya.
Menanggapi usulan warga, Field Public and Government Manager MCL, Rexy Mawardijaya, mengatakan, perlu diketahui terkait jalan MCL sudah melakukan perbaiki sekira tahun 2009 silam. Meski demikian, MCL tetap melakukan perhatian meski tidak semaksimal dulu.
“Jalannya tidak lurus ada yang ambles. Jadi, perlu penaganan tidak hanya pengaspalan. Sekarang, proses memulai pembenahan mulai gudang Katur sampai jalan masuk lokasi,” kata Rexy Mawardijaya.
Dia jelaskan, terkait pembangunan jalan tidak sepenuhnya harus dilakukan perusahaan. Karena, jalan yang sudah dilakukan oleh MCL itu sudah diserahkan kepada Pemkab Bojonegoro.
“Sekira tahun 2010 lalu jalan diserahkan Pemkab Bojonegoro dalam hal ini adalah dinas Pengerjaan Umum (PU). Namun, kepedulian MCL tetap dilakukan,” akunya.
Ditambahkan, terkait dengan bantuan yang mengarah pada keagaman tidak bisa membantu satu agama. Namun, jika dikaitkan dengan pendidikan akan dipikirkan cara membantunya. Karena, pendidikan adalah merupakan salah satu program tiga pilar MCL.
“Kesejahteraan yang harus dibina di wilayah Blok Cepu ada tiga Kabupaten. Yakni, Bojonegoro, Tuban, Jawa-Timur dan Blora, Jawa-Tengah. Tanpa dukungan tiga daerah ini tidak akan bisa berjalan lancar,” imbuhnya.(sam)