Harga Tanah Tembus Rp500.000

Lapter Bibit

SuaraBanyuurip.comAli Musthofa

Blora – Kabar bakal segera diaktifkan lagi Lapangan Terbang (Lapter) Ngloram, di wilayah Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah memantik kenaikan harga tanah di wilayah setempat. Tanah di wilayah tersebut yang lokasinya dekat jalan menuju Lapter Ngloram menembus harga Rp500.000 per meter.

Sementara itu warga berharap Lapter segera diaktifkan, karena mereka berharap setelah Lapter beroperasi bisa membuka usaha jasa dan pekerjaan lainnya. Hal ini sebagai bagian dari multy player effect dari keberadaan Lapter tersebut.

Sejumlah warga yang ditemui SuaraBanyuurip.com menyatakan, munculnya berita Lapter yang sudah lama tak berfungsi itu segera beroperasi diikuti kenaikan harga tanah di sekitarnya. Hal tersebut dipandang sangat wajar karena adanya Lapter bakal meningkatkan nilai jual tanah.

“Saya pernah menanyakan harga tanah ke pemiliknya langsung, mereka rata-rata meminta harga permeternya mencapai 500 ribu. Itu untuk tanah lokasi pinggir jalan raya yang menghubungkan ke lapangan terbang,” kata Zaenal Arifin, warga Cepu, Senin (16/6/2013).

Sebagian warga lain menyatakan, pada umumnya warga sangat mendambakan Lapter Ngloram segera diaktifkan kembali. Pasalnya, hal itu akan berdampak roda perekonomian lokal, serta mudahnya akses transportasi perhubungan.

Baca Juga :   Lamongan Dinyatakan Penyelenggara Pemerintahan Terbaik

Keinginan warga Blora tersebut sebenarnya sudah sedemikian kuat, setelah Wakil Presiden (kala itu) Yusuf Kalla, dan Gubernur Jawa Tengah (semasa dijabat Mardiyanto, Ali Mufidz, dan Bibit Waluyo) serta Kementrian ESDM beserta Pejabat Teras PT Pertamina (Persero) kala itu mendatangi lokasi Lapter Ngloram. Mereka juga menyatakan Lapter segera diaktifkan kembali.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong semua pihak yang terkait dengan pertambangan minyak dan gas (migas) Blok Cepu, untuk menggunakan Lapter Ngloram. Hal itu seperti yang diungkapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian ESDM, Waryono Karno, saat menghadiri wisuda mahasiswa PTK-STEM Akamigas Cepu bulan Mei 2013 lalu.

Dia menyatakan, reaktivasi Lapter Ngloram mulai disiapkan. Bahkan tahun ini pemerintah dalam APBN menganggarkan sejumlah dana, untuk merealiasikan pengaktifan kembali Lapter di Desa Ngloram, Kecamatan Cepu, Blora tersebut.

Menurut dia, Kementerian ESDM telah mengeluarkan surat yang ditujukan kepada Direktur Utama PT Pertamina, dan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas).  Dalam surat itu dinyatakan, untuk mendukung percepatan produksi Migas di Blok Cepu, sekaligus mendukung tugas pokok dan fungsi Pusdiklat Migas Cepu yang dikembangkan menjadi Centre of Excellent Industrial Training bidang migas, maka lapter Ngloram akan diaktifkan lagi.

Baca Juga :   Kasek Pelaku Kekerasan Anak Dikenai Wajib Lapor

Terpisah, Lulus Tri Laksono, aktivis LSM Cepu mendukung penuh pengaktifan kembali Lapter Ngloram yang selama ini belum termanfaatkan. Jika diaktifkan itu bisa meningkatkan nilai tambah, dan manfaat ekonomis untuk masyarakat Blora.   

“Selain membantu percepatan pembangunan wilayah sekeliling aktifitas migas juga terciptanya lapangan kerja baru. Bisa seperti penyewaan, dan kegiatan usaha lain yang berlokasi di Lapter Ngloram dan sekitarnya,” tambahnya.

Sekedar diketahui bahwa Lapter Ngloram selesai dibangun tahun 1980. Selama empat tahun lapangan terbang Ngloram yang aset-asetnya dimiliki Kementerian ESDM itu beroperasi. Hanya saja di tahun 1984 lapter Ngloram sudah tidak aktif. (ali)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *