Bensin Eceran Langka SPBU Diserbu Pembeli

SPBU Tuban

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban –MenjJelang pengumuman rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) pada malam nanti, sejumlah pengendara pengguna BBM jenis premium subsidi di Kabupaten Tuban, Jawa Timur mulai panik, Jumat (21/6/2013). Mereka beramai-ramai mendatangi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) diwilayah setempat untuk mengisi kendaraannya.

Pantauan disejumlah SPBU di Tuban, antrean pengendara terlihat mulai mengular.  Selain itu rata-rata pengendara mengisi premium tanki kendaraanya hingga penuh (Panic Buying).

“Katanya mulai nanti malam sudah mulai naik mas,” kata Budi Karyo (31), pengantri premiun di SPBU Seleko, Jalan Pahlawan, Tuban.

Selain kenaikan harga, pengguna premium juga khawatir  terjadi kelangkaanseperti pengalaman lalu. Dimana kenaikan harga BBM biasanya diikuti dengan raibnya stok BBM disejumlah SPBU.

“Sudah naik, barang juga gak ada. Itu yang kita takutkan,” sambung Barok (23), warga Kecamatan Jatirogo, Tuban, yang lakukan pengisian BBM di SPBU Gerdu Laut Tuban.

Sementara itu, di Kabupaten Bojonegoro, kelangkaan premium terjadi di penjual bensin eceran diwilayah pelosok. Seperti di Kecamatan Ngambon rata-rata pedagang eceran kehabisan stok bensin, meski disejumlah SPBU tidak terjadi penumpukan pembeli.

Baca Juga :   Stok Terbatas Harga Kebutuhan Dapur Meroket

Kelangkaan premium ditingkat penjual eceran ini disinyalir pedagang lebih memilih menjual dagangannya besuk karena nanti malam pemerintah akan mengumumkan secara resmi kenaikan BBM. Dengan begitu para pedagang akan memperoleh keuntungan jauh lebih besar.

“Sejak siang tadi bensin disini sudah langka, Mas,” ujar Pipit salah satu warga Ngambon.   

Dikonfirmasi, Asisten Customer Relation – External Relation PT Pertamina Region V Jatim, Rustam Aji, mengatakan, adanya kepanikan masyarakat yang mengisi penuh tangki kendaraan mereka selama beberapa hari terakhir membuat pasokan BBM di SPBU habis lebih cepat. Kalau biasanya stok masing-masing SPBU cukup untuk melayani konsumen selama 1 hari, tapi sekarang belum sampai setengah hari pasokan BBM tersebut sudah habis terjual.  

“Kita upayakan tidak ada kelangkaan BBM, dengan menambah pasokan BBM 20 persen diatas normal,” tegas Rustam Aji.

Diketahui, pasokan normal BBM untuk SPBU di Jawa Timur, untuk premium adalah 11.200 Kiloliter, serta Solar adalah 5.700 kiloliter.  Sementara itu, hingga saat ini belum ada dampak yang signifikan di BBM jenis solar. Sejumlah SPBu terlihat melayani pembelian solar ini seperti biasa. Tidak sepanjang antrean yang ada dipompa premium. (edp)

Baca Juga :   Buruh Masih Terbelit Masalah

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *