SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Meski harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dipastikan naik, namun Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lamongan, Jawa Timur  belum menentukan kenaikan tarif angkutan umum.
Sekretaris Dinas Perhubungan Lamongan Agus S.P, mengatakan, sejak kabar kenaikan BBM berkembang, pihaknya  belum berencana menaikkan tarif angkutan umum.
“Belum pernah ada pembahasan soal itu. Juga belum pernah ada pertemuan dengan Organda mensoal kenaikan tarif angkutan,†kata Agus S.P ditemui SuaraBanyuurip.com dikantornya, Jumat (21/6/2013)
Dishub Lamongan menurutnya masih menunggu keputusan dari Dinas Perhubungan Propinsi. Meski begitu Dishub Lamongan terus memantau tarif angkutan umum yang berlaku sekarang. Jika ada Mobil Penumpang Umum (MPU) yang terbukti menaikan tarif, Dishub akan memberikan tindakan tegas.
“Tindakannya dari teguran hingga pencabutan trayek operasi,†tegas mantan Camat Maduran ini.
Untuk memantau tarif angkutan umum yang beroperasi, Dishub telah melakukan uji petik. Â Uji petik ini merupakan cara untuk melihat langsung tarif angkutan umum yang beroperasi. Â Caranya petugas menyamar sebagai penumpang biasa disemua jalur trayek yang ada di Lamongan. Khususnya ditrayek MPU yang menjadi kewenangan Dishub Lamongan.
“Dari hasil uji petik yang kita lakukan  tidak ada MPU yang menaikkan tarif melebihi ketentuan,†tegas Agus.
Dia tak mempungkiri, jika kenaikan harga BBM jadi diumumkan nanti malam, tarif angkutan umum dipastikan juga akan naik.
“Karena itu kita nanti akan mengumpulkan organda di Lamongan untuk mencari titik tengah kenaikan tarif angkutan umum,†tandasnya.
Beberapa sopir Mobil Penumpang Umum (MPU) yang ditemui SuaraBanyuurip.com banyak yang mengeluhkan akibat akan naiknya harga BBM. Persoalan yang muncul lebih pada mulai naiknya harga-harga pokok yang mulai tidak terkejar dengan penghasilan mereka sebagai sopir.
“Penghasilan tetap tapi harga-harga sudah meroket, Mas. Harus hidup empet-empetan (prihatin), “ keluh Warsilan sopir MPU jurusan Babat-Sukorame.
Senada disampaikan sopir MPU jurusan Babat-Lamongan, Jono. Dia mengaku penghasilannya semakin berkurang namun harga-harga  komoditi dipasaran sudah pada naik.
“Hidup jadi susah mas. Penghasilan kecil sementara harga-harga sudah pada naik. Mau menaikkan tarif angkutan juga nggak berani karena belum ada keputusan dari Dishub Lamongan,†sambung Jono.
 Para sopir MPU meminta, begitu BBM naik, Dishub segera menaikan tarif angkutan umum. Jangan sampai diulur-ulur sebab hal itu akan menjadikan nasib para sopir semakin terpuruk.  (tok)