Omset Warung Mamin Turun Drastis

warung

SuaraBanyuurip.com - Winarto

Bojonegoro – Pasca ditutupnya pintu masuk well Pad A menuju lokasi proyek pembangunan pusat fasilitas pemrosesan (central processing facility/CPF) minyak Banyuurip, Blok Cepu berdampak pada pengusaha warung makanan dan minuman (Mamin) di sekitarnya. Mereka terpaksa memindah warungnya agar tetap dapat mengais rezeki dan sebagiannya lagi lebih memilih menutup usahanya dan pulang kampung.

Para pengusaha kecil itu memboyong warungnya dari Desa Gayam ke dekat lokasi proyek Kampung Tunnel di Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Sebab akibat penutupan jalan well pad A itu sekarang ini tak ada lagi kendaraan proyek yang lewat jalan tersebut, melainkan melalui jalur akses road di Desa Sudu.

Sehingga kondisi ini membuat para sopir kendaraan maupun pekerja proyek tak ada lagi yang singgah ke warung untuk makan maupun minum. Padahal sebelumnya di dekat jalan well pad A terdapat sekira enam warung makan dan minuman.

Salah satu pemilik warung yang memindah usahanya yakni Rusmiati. Warg Dusun templokorjo, Desa Gayam, itu mengaku, terpaksa memindah warungnya karena penghasilannya menurun drastis pasca ditutupnya jalan menuju well pad A Banyuurip.

Baca Juga :   Veteran Perang dapat Perlakuan Khusus

“Sejak pintu well pad A ditutup, kendaraan proyek sekarang lewat pintu masuk Desa Sudu dan pengihasilan saya anjlok,” tutur Rusmiati kepada suarabanyuurip.com, Minggu (7/7/2013).

Sebelumnya Rusmiati mengaku setiap harinya dapat meraup uang senilai Rp300 ribu hingga Rp400 ribu dari hasil menjual makanan dan minuman. Namun sejak pentutupan jalan menuju well pad A seminggu lalu pendapatannya tinggal Rp.100 ribu.

“Itu sudah ngoyo, Mas,” sergah dia.

Kini Rusmiati memboyong warungnya ke Dusun Sukorejo (Puduk) dekat lokasi proyek Kampung Tunnel dengan menyewa lahan milik warga setempat.

“Alhamdulillah pembelinya disini ramai, meski sudah banyak warung disekitar sini,” aku Rusmiati.

Rusmiati merupakan satu-satunya pemilik warung disekitar jalan well pad A Banyuurip yang memboyong warungnya. Sedangkan tiga pemilik warung lainnya masih bertahan dan dua lainnya pulang kampung.

Perlu diketahui bukan hanya pintu masuk well pad A yang ditutup, melainkan juga pintu masuk well pad C. Sekarang ini aktivitas keluar masuknya kendaraan hanya melalui satu pintu yakni akses road di Desa Sudu. (win)

Baca Juga :   Fakta Sidang Tipikor Mobil Siaga Bojonegoro, Cashback Rp15 Juta Permintaan Kades

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *