Gulung Tikar Paska Pintu Well Pad Ditutup

warung-2

SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko

Bojonegoro – Penutupan pintu masuk well pad A dan C yang menghubungkan proyek Central Processing Fasility (CPF), dan  Engineering Procuremen and Construction (EPC)-1 sumur minyak Banyuurip, Blok Cepu mulai terasa dampaknya. Pemilik warung di sekitar lokasi tersebut beramai-ramai memindah warung, jika tak ingin gulung tikar karena tak ada pembeli.

Mereka yang asli warga sekitar proyek, kini mulai membangun lagi warung berdinding anyaman bambu di dekat proyek Kampung Tunel di Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Bojonegoro. Lokasi lama di Desa Gayam, Kecamatan Gayam tak mungkin ditempati, karena setelah pintu well Pad A dan C ditutup kendaraan dialihkan ke Desa Sudu.

Salah satu pemilik warung, Saroh, mengaku terpaksa memindah warungnya karena penghasilannya menurun drastis paska ditutupnya jalan menuju well Pad A dan C. Sebab, para sopir kendaraan maupun pekerja proyek tak ada lagi yang singgah ke warung untuk makan maupun minum.

“Kendaraan proyek sekarang lewat pintu masuk Desa Sudu, dan penghasilan saya anjlok sekira 40 persen sebelum akses jalan ditutup,” tutur Saroh kepada SuaraBanyuurip.com, Kamis (11/7/2013).

Baca Juga :   Target 18 Juta Jam Kerja Akan Dikaji Ulang

Sebelumnya setiap hari dia dapat meraup uang senilai Rp400 ribu hingga Rp500 ribu dari hasil menjual makanan dan minuman. Namun, sejak pentutupan jalan menuju well pad C seminggu lalu pendapatannya tinggal Rp300 ribu per harinya.

“Hasil segitu sudah ngoyo, Mas. Itupun belum dipotong modalnya,” sergah Saroh, yang mengaku asal Randuagung, Kecamatan Kebomas, Gersik, Jawa-Timur.

Saroh kini membuka warung di Dusun Sukorejo (Puduk) dekat lokasi proyek Kampung Tunnel, menyewa warung warga setempat selama tiga bulan. Dengan nilai total sewa sebesar Rp450.000.  

“Saya memilih tiga bulan karena takut kalau saya nyewa tahunan akses proyek ditutup lagi, Mas. Alhamdulillah pembelinya disini ramai, meski sudah banyak warung disekitar sini,” aku Saroh.

Dikonfirmasi terpisah, Community Affairs PT Tripatra Engineers & Constructors, kontraktor proyek EPC-1, Budi Karyawan, mengatakan, penutupan akses jalan proyek itu dilakukan sesuai dengan plan yang ditentukan. Lain itu, dalam waktu dekat ini akses jalan proyek di Kampung Tunnel itu juga akan dilakukan penutupan.

Baca Juga :   Disnakertransos Segera Gelar Pertemuan Lagi

“Memang begitu plan-nya, Mas. Nantinya juga hanya satu akses di EPC-5 yang tidak ditutup. Yakni fly over,” jelas Budi Karyawan melalui pesan pendek.

Budi menyatakan, masalah keberadaan warung di sekitar proyek adalah wajar, namun tak ada kaitannya dengan proyek yang dikerjakan. Sebelum mendirikan warung pun tak ada komunikasi terlebih dahulu dengan perusahaan.

“Seandainya ada komunikasi pastinya perusahaan juga akan memberinya pengertian kalau sewaktu-waktu akses proyek ditutup. Sebenarnya ya kasihan tapi mau bagaimana lagi saya tidak bisa berbuat apa-apa, Mas,” imbuhnya.

Perlu diketahui, jumlah total warung yang dekat well pad C dan A sebanyak 8 warung. Dekat well pad C dari 3 warung, 1 warung masih buka, 1 pulang dan 1 warungnya lagi pindah di kampung tunnel. Sedangkan, di well pad A dari 5 warung, bertahan 3, 2 pulang kampung, dan 1 warung lagi pindah di Puduk. Sebelumnya di sekitar kampung tunnel ada 8 warung sekarang bertambah menjadi 11 warung. (sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *