SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Warga sekitar ladang minyak Banyuurip, Blok Cepu tidak banyak berharap dengan adanya pembagian program Bantuan Langsung Masyarakat Sementara (BLSM) tahap kedua oleh pemerintah sebagai bentuk kompensasi atas dinaikkanya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dari Rp.4500 menjadi Rp.6500.
Meskipun diketahui, di salah satu desa ring 1 Blok Cepu, tepatnya di Dusun Sukorejo, Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur itu terdapat warga miskin. Mereka adalah Sumarsono dan Lasti.
Namun kedua orang itu mengaku tidak pernah merasa turut menerima dana kompensasi BLSM sejak dulu. “Sampai saat ini memang belum pernah menerima sama sekali, ya mau bagaimana lagi,” kata Sumarsono kepada Suarabanyuurip.com Senin (2/9/2013).
Jangankan BLSM tahap kedua, untuk program BLSM tahap pertama dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang sempat digulirkan pada tahun 2005 dan 2009 lalu, Sumarsono mengaku juga tidak pernah menerima sama sekali.
“Sekarang katanya diganti BLSM, tapi kenyataanya saya masih tidak menerima,” ucapnya pasrah.
Warga lain, Lasti juga mengalami nasib yang sama seperti Sumarsono. Dia mengungkapkan kepasrahanya yang tidak menerima BLSM dan BLT. Menurut dia, berapa pun jumlah yang diberikan, bagi warga miskin cukuplah berarti. Terlebih dengan harga kebutuhan pokok yang turut naik.
“Pemerintah mau bikin aturan apa saja, kalau orang kecil hanya bisa nurut,” kata istri dari Munawir ini.
Suaminya, kata dia, bekerja sebagai serabutan.
Tokoh masyarakat desa setempat, Saidi, menanyakan keseriusan pemerintah dalam memperhatikan masyarakat miskin. Dia menyayangkan pemerintah pusat yang masih menggunakan data lama.
“Makanya saya sempat mengusulkan agar didata ulang, mudah-mudahan orang pusat mendengarnya,” sergah Saidi dikonfrontir terpisah.
Dia berpendapat, Sumarsono dan Lasti hanya sebagian kecil warga miskin yang tak tersentuh BLSM. Karena masih banyak warga miskin lain yang dikategorikan miskin namun tak tersentuh BLSM.
Sementara itu data yang dihimpun Suarabanyuurip.com ada sekitar 2.325 warga miskin dari
12 desa di wilayah Kecamatan Gayam yang menerima BLSM. Program BLSM tahap kedua mulai kembali dibagikan. (roz)