SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bojonegoro, Anwar Mukhtadlo kembali bungkam tidak menjawab pertanyaan wartawan usai diperiksa lagi oleh kejaksaan setempat dalam perkara dugaan korupsi pengadaan mobil siaga desa.
Anwar Mukhtadlo datang lagi memenuhi panggilan sebab sebelumnya pada Rabu (19/6/2024) pemeriksaan terhadapnya belum selesai. Mukhtadlo ada agenda yang harus dihadiri di Jakarta. Usai diperiksa sejak pukul 10.00 hingga pukul 15.00 WIB, ia hanya berlalu tanpa menjawab satupun pertanyaan wartawan yang menunggunya.
Dalam kasus pengadaan mobil siaga untuk 384 desa ini, posisi Anwar Mukhtadlo memiliki peran penting. Pasalnya perencanaan penganggaran kendaraan itu ditengarai tidak memiliki dasar hukum dan tidak didahului proposal dari pemerintah desa.
Akibat terdapat perencanaan yang tak sesuai mekanisme, maka diduga terjadi tindak pidana korupsi pada pengadaan mobil siaga desa melalui Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2022.
“Kami sudah tiga kali memanggil Pak Anwar Mukhtadlo untuk mengetahui secara pasti perencanaan pengadaan mobil siaga ini,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus, Aditia Sulaeman, kepada SuaraBanyuurip.com, Senin (24/6/2024).
Dalam pemeriksaan kepada Anwar Mukhtadlo, pihaknya menanyakan 14 pertanyaan terkait mekanisme perencanaan pengadaan mobil siaga desa tersebut. Namun, jadwal ini lagi-lagi belum selesai, karena Muhktadlo ada kegiatan dinas.
“Tadi kami menggali keterangan ke kepala Bappeda sebanyak 14 pertanyaan, namun beliaunya ada kegiatan di pemkab sehingga Kamis besok akan kita jadwalkan kembali untuk memanggil kepala Bappeda,” tandas Aditia.(fin)





