SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro– Puluhan warga Desa Ngampel, dan Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, dan Desa Campurrejo, Kecamatan Kota, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mendadak panik berlarian. Tampak pula petugas berseragam orange mengevakuasi mereka karena ada kebocoran gas H2S di well pad A, dan well pad B Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Rabu (18/9/2013).
Kepanikan warga tersebut serangkaian dari kegiatan penanggulangan bencana yang digelar Kodim 0813, Dinas Perhubungan (Dishub), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan instansi lainnya di Kabupaten Bojonegoro sebagai bentuk antisipasi Penanggulangan Keadaan Darurat dan Bahaya (PKDB) di pengeboran minyak Lapangan Sukowati  yang dioperatori Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ).
Dalam simulasi tersebut, kebocoran gas berbahaya H2SÂ berdampak pada warga di desa Ring 1. Mereka terpaksa harus dievakuasi ke tempat yang aman. Dalam simulasi juga dipergakan para petugas berupaya memadamkan titik api yang semakin membesar. Mobil Pemadam Kebakaran (PMK) pun disiapkan untuk melakukan pemadaman.
Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Infantri Parwito, menjelaskan, simulasi ini dilakukan rutin setiap tahunnya akibat kebocoran gas yang bisa timbul kapan saja. Mulai dari proses drilling, tes produksi maupun operasional di Well Pad A dan B.
“Warga akan dievakuasi tergantung dari arah angin,” imbuhnya.
Selain itu, pihaknya menyampaikan agar JOB P-PEJ selaku operator memperhatikan masyarakat di Ring 1, karena selama ini di dalam pelaksanaan pengeboran sehari-hari terkadang ada kegiatan yang mengkhawatirkan. Banyak masyarakat mempertanyakan kenapa PKDB tidak ikut di dalamnya.
“Ya saya menjawab bahwa di dalam kegiatan pengeboran, bahayanya, skalanya berapa ada di JOB P-PEJ, sehingga tim PKDB akan bergerak jika ada permintaan dari mereka,” jelasnya.
Dia menambahkan, simulasi ini mengkibatkan dampak luar biasa secara psikologis. Masyarakat menginginkan tidak hanya latihan simulasi, tetapi kegiatan yang memberi dampak psikologis. Akan tetapi semua ada di pihak operator, seharusnyalah memperhatikan kondisi masyarakat sekitar agar tidak menjadi ketakutan akibat pengeboran ini.
Dikonfirmasi secara terpisah, perwakilan JOB P-PEJ, Sunarto, menyambut baik semua saran dari masyarakat melalui Dandim tersebut. Namun, pihaknya tidak bisa begitu saja mengiyakan atau meluluskan permintaan warga. Saran dan kritik akan ditampung untuk disampaikan pimpinan terlebih dahulu. (rien)