121 Desa Terima Program Kompensasi Kenaikan BBM

fadli

SuaraBanyuurip.com - Totok Martono 

Lamongan- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, Jawa Timur mensosialisasikan Program Percepatan dan Perluasan Pembangunan Infrastruktur Pemukiman (P4IP) 2013. P4IP merupakan salah satu program kompensasi kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) pada 1 Juni 2013 lalu.

Sosialisasi tersebut diikuti 275 peserta yang berasal dari Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, Satker PIP Lamongan, camat se-Kabupaten Lamongan beserta kepala desa dan ketua badan permusyawaratan desa (BPD) penerima program P4IP. Sosialisasi itu juga dihadiri oleh pejabat pembuat komitmen (PPK) P4IP Propinsi Jawa Timur, Dewi Arbit Arini.

Dalam laporannya, Kepala Dinas PU Cipta Karya, Moch. Wahyudi menyampaikan, bahwa lokasi desa sasaran P4IP Perdesaan tersebar di 113 Desa di 25 Kecamatan. Sedangkan P4IP Perkotaan tersebar di 8 Desa di 2 Kecamatan.

Disebutkannya, setiap desa akan memperoleh dana sebesar Rp. 250 juta. Sehingga total dana yang dialokasikan untuk Lamongan mencapai Rp30,250 miliar. Dana itu diperuntukan memperbaiki fasilitas infrastruktur di desa seperti jalan, saluran air, dan sarana air bersih

Baca Juga :   Pendataan SDGs desa di Bojonegoro Capai 83 Persen

”Program ini paling lambat tanggal 6 Desember 2013 harus sudah terserap keseluruhan . Karena jika tidak bisa terserap akan kembali ke kas negara,” kata Wahyudi.

Wahyudi menerangkan, setiap desa akan didampingi oleh 2 orang tim fasilitator. Yakni fasilitator pemberdayaan dan fasilitator teknik yang diangkat oleh Pemprov Jatim. Setiap desa juga harus membentuk OMS (Organisasi Masyarakat Sipil) atau dapat memanfaatkan organisasi yang sudah ada yang disetujui melalui musyawarah desa.

Bupati Lamongan, Fadeli dalam kesempatan itu menekankan, agar setiap desa berlomba-lomba melaksanakan kegiatan dengan kualitas terbaik. Bahkan dia menjanjikan reward khusus bagi desa dengan pelaksana proyek terbaik.

“121 desa yang mendapatkan proyek di Kabupaten Lamongan ini merupakan yang terbesar di Indonesia dan diharapkan juga akan menjadi yang terbaik nasional,” kata Fadeli saat membuka sosialisasi.

Menurut dia, program ini memiliki manfaat yang baik. Karena bisa memperbaiki lingkungan dan mempercepat pembangunan infrastruktur desa sehingga mempunyai multiplier effect yang sangat tinggi dalam pertumbuhan perekonomian.(tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Mahasiswa Anggap DPRD Tuban Mati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *